Skip to main content

YUK KENALI KELAINAN PADA ANAK AKIBAT INFEKSI TORCH

Fenny mengetahui tentang infeksi TORCH melalui blog http://lettertoaubreys.blogspot.com milik Gracie Melia Kristanto, sesama anggota Kumpulan Emak-Emak Blogger. Gracie adalah salah seorang ibu yang anaknya mengalami infeksi TORCH akibat virus Rubella. Hati Fenny sangat terharu membaca perjuangan Gracie memberikan stimulasi melalui terapi untuk membantu Ubii, panggilan kesayangan… mencapai perkembangan demi perkembangan psikis dan fisik. Tentunya perkembangan Ubii berbeda dengan anak yang terlahir tanpa terinfeksi TORCH. Amanah yang diberikan Tuhan pada Gracie tidak membuatnya merasa malu dan terpuruk. Justru Ubii menginspirasi Gracie untuk berbagi pada sesama ibu yang anaknya terserang infeksi TORCH dan mengedukasi masyarakat terutama para ibu untuk mewaspadai infeksi TORCH melalui wadah Rumah Ramah Rubella. Hal ini juga lah yang melatarbelakangi adanya Seminar Sehari, “Yuk Kenali Ciri-Ciri Gejala TORCH pada Anak” dalam rangka mempengeringati HUT ke-II RS Akademik UGM, Yogyakarta bekerja sama dengan Rumah Ramah Rubella.


Fenny berkesempatan hadir di Seminar Sehari, “Yuk Kenali Ciri-Ciri Gejala TORCH pada Anak” berkat undangan gratis dari Gracie selaku pendiri Rumah Ramah Rubella melalui grup facebook Kumpulan Emak-Emak Blogger. Setelah mengisi daftar hadir, Fenny mendapatkan seminar kit lengkap dengan pin cantik dan snack dalam tas cantik berlogo Rumah Ramah Rubella lalu mengambil tempat duduk dideretan agak depan. Deretan bangku depan sudah dipenuhi oleh para undangan. Rupanya 100 undangan gratis yang disediakan sangat diminati. Tidak hanya ibu-ibu, bapak-bapak pun hadir baik dari undangan umum maupun undangan instansi. Satu per satu kursi penuh dengan peserta seminar.

Sebelum acara dimulai, Fenny sempat berkenalan dengan salah satu peserta. Seorang ibu dengan anak berusia 5 tahun yang dulu saat remaja mengalami infeksi TORCH. Beliau tidak mengetahui bahwa infeksi TORCH yang pernah menyerangnya bisa saja muncul dan menular pada janin yang berisiko menyebabkan gangguan pada anak sejak lahir. Beliau mengetahui Rumah Ramah Rubella melalui twitter dan sangat senang bisa mengikuti seminar. Beliau masih ingin menambah momongan dan perlu mengetahui lebih detail tentang infeksi TORCH. Harapannya semoga kehamilan kedua dst lancar tanpa gangguan TORCH yang bisa saja mengancam di kemudian hari mengingat riwayat kesehatannya dulu.

Di awal acara, seorang ibu anggota Rumah Ramah Rubella lainnya berbagi informasi tentang pengalamannya dengan infeksi TORCH. Sebelum hamil, mama Gendhis sudah memeriksakan diri. Hasilnya negatif yang menunjukkan tubuhnya aman dari infeksi TORCH. Sayangnya ada beberapa hal yang membuat dirinya terinfeksi TORCH dan menular pada anaknya.

Pembicara pertama, Prof. Dr. Sunartini, Sp. A(k), Ph. D. Menjelaskan tentang TORCH yang merupakan akronim dari To = Toksoplasmosis, R = Rubela, C = Cytomegolovirus (CMV) dan H = Herpers simplex virus (HSV).  Huruf O pada TORCH kini juga dimaksudkan dengan kata OTHERS yang berkaitan dengan beberapa penyakit menular seksual yang akibatnya mirip dengan TORCH yaitu sipilis, human immuno deficiency virus (HIV). Infeksi TORCH menyebabkan janin yang tertular berisiko lahir dengan kelainan bawaan dan terganggu tumbuh kembangnya. Dr. Sunartini juga menyampaikan bahwa memamg infeksi TORCH pun bisa dialami oleh anak –anak yang sudah terlahir sampai remaja sebagaimana yang dialami kenalan Fenny. Pola hidup sehat dan imunisasi adalah langkah tepat untuk mencegah terjadinya infeksi TORCH.

Infeksi TORCH pada Ibu Hamil

Penularan infeksi TORCH dapat terjadi pada ibu hamil dengan berbagai cara dan akibat yang ditimbulkan bervariasi tergantung pada waktu penularan selama kehamilan. Awal kehamilan paling berisiko terinfeksi TORCH dimana menjelang akhir trimester pertama, janin yang terinfeksi akan mulai terganggu tumbuh kembang organ dalamnya. Toksoplasma, Rubela, CMV, HSV dan virus lainnya dikelompokkan menjadi satu karena sama-sama terjadi pada ibu hamil dan akibat yang ditimbulkan mirip.

Toksoplasmosis
Penularan

Ibu hamil menularkan toksoplasma ke bayi dalam rahim. Toksoplasmosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh invasi parasit Toksoplasma gondii. Toksoplasma gondii biasanya hidup pada beberapa jenis hewan piaraan terutama kucing dan anjing. Penularan melalui perantara hewan disebut penularan tidak langsung sedangkan penularan apabila ookista masuk ke saluran cerna melalui sayuran mentah, pasir atau tanah disebut penularan langsung.

Gambaran Klinis

Gambaran klinis toxoplasmamosis berupa kelainan kongenital, hidrosefalus dan klasifikasi intrakranial. Kelainan kongenital sendiri menyebabkan kelainan neurologis, kelainan mata dan/atau kelainan sistemik. Hidrosefalus, mikrosefalus, kejang, retardasi perkembangan psikomotor dan juga klasifikasi intrakranial pada kepala. Kelainan mata berupa korioretinitis katarak, atrofi optik, mikroftalmia dan galukoma. Anemia, ikterus, demam, hepatosplenomegali, limadenopati dan pendarahan merupakan kelainan sistemik.


Rubella
Penularan

Virus Rubella menyerang barier (perlinduangan) plasenta dan langsung mempengaruhi janin pada masa triwulan I atau II kehamilan.

Gambaran Klinis

Rubella memberikan gambaran klinis berupa retardasi pertumbuhan intrauterin, katarak, korioritinitis, mikroftalmia, glaukoma, hepatosplenomegali, iketerus dan trombositopenia. Kelainan jantung berupa stenosis pulmonal, defek septum atrium terjadi pada 30% kasus infeksi rubella. Kelainan neurologis berupa mikrosefali, meningoensefalatis dan gangguan pendengaran yang biasanya muncul belakangan dan progresif. Jika bayi dalam rahim terinfeksi rubella pada trimester pertama masa kehamilan maka terjadi sindrom rubella kongenital hampir 85-90% .

Cytomegalovirus (CMV)
Penularan

Penularan langsung CMV melalui urine, ludah, tinja dan air mata sedangkan penularan tidak langsung melalui transfusi darah atau cangkok organ. Penularan CMV pada janin dari ibu hamil melalui kontak langsung saat persalinan karena saat janin melewati serviks uteri yang juga mengeluarkan CMV dalam kondisi reaktivasi.

Herpes Simpleks Virus (HSV)
Penularan

Penuluran virus herpes dapat terjadi pada ibu hamil ke janin melalui jalan lahir atau kontak langsung. Selain itu penularan juga bisa melalui air susu ibu.

Gambaran Klinis

Gambaran klinis infeksi virus herpes simpleks (HSV) pada ibu hamil terhadap bayinya berupa lahir prematur, cedera otak difus, hipotonia, hemiparesis, mikrosefali, mikroftalmia, koriorinitis, katarak dan kelainan jantung bawaan dan kelainan di jari. Ciri-ciri terinfeksi HSV adalah demam, sakit kepala, gejala psikiatri, kejang, muntah, kelemahan fokal, ingatan menurun, penyempitan pandangan, photopobia, ubun-ubun besar menonjol.

Pencegahan

Pengobatan infeksi TORCH tergantung jenis infeksinya dan jenis penyakitnya. Perlu pemerikasaan lengkap, pengobatan yang memadai dan terapi yang intensif untuk hasil yang optimal. Prof. Dr. Sunartini sangat menekankan pentingnya pemeriksaan pra konsepsi. Biayanya memang cukup besar namun sangat ringan jika dibandingkan biaya resepsi pernikahan yang biasanya berkisar minimal puluhan juta. Bahkan ada UU yang mengatur tentang HAK ANAK [cek twitter]

TORCH dan Penyakit Jantung Bawaan

Materi kedua disampaikan oleh dr. Noormanto dari bagian Ilmu Kesehatan Anak FK-UGM Yogyakarta tentang penyakit jantung bawaan yang menjadi salah satu akibat utama infeksi TORCH oleh virus Rubela. Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan jantung yang terjadi di dalam rahim, sebelum lahir.  Penyakit jantung bawaan biasanya dalam bentuk lubang diantara bilik jantung (VSD), penyempitan katup/kelep (stenosis), lubang dan penyempitan serta kelainan otot. Faktor keturunan, virus rubela, diabetes, obat-obatan, narkoba dan rokok menjadi faktor resiko terjadinya penyakit jantung bawaan.

Dr. Noormanto memperlihatkan video pembentukan jantung pada janin yang terjadi dalam hitungan hari sejak terjadinya pembuahan. Fenny terpukau takjub sekaligus tercekat karena resiko kelainan jantung bisa terjadi sejak janin masih berumur hitungan hari hari. Fakta mengejutkan lainnya yang disampaikan dr. Noormanto adalah ada 15 kasus bayi yang terinfeksi TORCH dengan akibat kelainan jantung bawaan dalam kurun waktu 4 bulan terakhir (Desember 2013-Maret 2014) di RS Sardjito Yogyakarta. Fakta yang menyadarkan Fenny betapa perlunya kini untuk lebih waspada di kehamilan selanjutnya.

Penyakit kelainan jantung dapat dikenali dengan ciri-ciri:
  1. Bayi menyusui sering terhenti karena bayi yang mengalami kelainan jantung lebih cepat lelah akibat kerja jantung yang lebih berat
  2. Keringat dingin dan pucat
  3. Pernafasan cepat
  4. Sering terinfeksi saluran pernafasan
  5. Pertumbuhan dan perkembangan tehambat
  6. Warna kulit membiru terutama setelah beraktivitas
  7. Pingsan hingga kejang
  8. Detak jantung cepat dan aliran darah terdengar bisisng seperti saluran air yang deras.

Jika ciri-ciri itu nampak pada bayi sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan EKG (electrocadiology), foto dada, echocardiography dan katerisasi. Jika sudah terjadi kelainan jantung dapat dilakukan pengobatan yang dapat mengurangi beban jantung, koreksi lubang dengan katerisasi intervensi dan pembedahan atau pencegahan endokardis. Pada beberapa kasus dapat terjadi pengobatan alamiah atau semakin parah jika tidak dilakukan pengobatan.

Setelah penyajian materi kedua, MC membuka sesi tanya jawab. Fenny sempat mencatat beberapa pertanyaan dan jawabannya termasuk pertanyaan dari Fenny sendiri.

  • Siti Hairul dari Kumpulan Emak-Emak Blogger

Pertanyaan: Bagaimana ciri-ciri campak jerman dan apa perbedaannya dengan campak biasa?

Jawaban:

Ciri campak jerman biasanya diawali dengan panas tinggi dan diikuti keluarnya flek-flek biru pada hari kedua yang cepat menghilang seperti alergi sedangkan campak biasanya berciri-ciri panas tinggi, mata merah dan blobokan (mata mengeluarkan kotoran seperti nanah yang mengental), batuk parah, sariawan mulut serta susah makan dan minum.

  • Fenny Ferawati dari Kumpulan Emak-Emak Blogger

Pertanyaan: Bagaimana mendeteksi kelainan jantung bayi dalam rahim dan sejak kapan bisa dilakukan deteksi dini.

Jawaban: Pada 3 bulan pertama kehamilan dapat dideteksi dengan ekokardiografi yang hanya dapat dilakukan oleh dokter spesialis jantung anak dan pada usia kehamilan 36 minggu sudah dapat dilihat dengan jelas melalui pemeriksaan USG.

  • Petrus, guru SMK BOPKRI

Pertanyaan: Bagaimana membedakan detak jantung normal dengan yang mengalami kelainan jantung?

Jawaban: Detak jantung dihitung dalam kondisi tubuh santai, jangan dilakukan setelah melakukan aktivitas. Cara menghitung detak jantung:
  • Dewasa: meletakkan 3 jari (telunjuk, jari tengah dan jari manis) pada titi aliran darah, bisa di sekitar pergelangan tangan atau dekat telinga
  • Anak-anak atau bayi: menempel telinga ke dada


TORCH dan Gangguan Pendengaran

Hampir 8% ganguan pendengaran (infeksi kongenital) disebabkan oleh infeksi TORCH. Masalah gangguan pendengaran cukup sulit terdeteksi karena anak belum bisa megutarakan dan seringkali orang tua tidak menyadari. Gangguan pendengaran sangat mempengaruhi kemampuan berbicara anak. Hal ini berkaitan dengan fungsi pendengaran sebagai jalur masuk informasi yang membantu anak mempelajari bahasa yang digunakan di lingkungannya dan pendengaran juga sebagai kontrol suara atau kata yang diucapkan. Pada fungsi sensoris, pendengaran membantu anak mengoreksi kosakatanya saat mendengar suaranya sendiri dan pada fungsi motoris berkaitan dengan otot yang bekerja saat anak berbicara.

Deteksi dini gangguan pendengaran dapat dilakukan dengan memperhatikan kesiapan bicara anak yang meliputi:
  • Syarat fisiologis yang meliputi fungsi pendengaran, alat bicara dan sistem motorik yang baik.
  • Syarat psikologis meliputi perhatian, minat dan intelektual yang baik
  • Syarat lingkungan menuntut peran orang disekitar yang mau berbicara, mau mendengar dan mendorong anak untuk berbicara

Hal-hal lain yang perlu diketahui untuk mendeteksi gangguan pendengaran antara lain:
  • Apakah orang tua mendapati gangguan pendengaran pada anak, misalkan ketika diajak berbicara tidak ada respon?
  • Sejak kapan kecurigaan gangguan pendengaran bermula?
  • Bagaimana respon anak ketika diberikan stimulasi audio dengan atau tanpa alat perga visual?
  • Bagaimana sikap dan tingkah laku dirumah?
  • Apakah kemampuan bicara sudah sesuai usia?
  • Bagaimana kualitas ucapan kosakata anak?
  • Bagaimana perkemambangan bahasa dan kosakata yang dipahami?
  • Sudahkah anak mengetahui perintah sederhana sesuai usia?


Tes pendengaran mempertimbangkan usia yang dibagi dalam 3 kelompok yaitu:
  1. Usia lahir – 4 bulan dengan metode elektrofisiologi
  2. Usia 5 – 24 bulan dengan metode elektrofisiologi dan audiometri behavorial
  3. Usia 24-48  bulan dengan metode audiometri behavorial dan elektrofisiologi

Penanganan jika anak sudah mengalami gangguan pendengaran mencakup:
  1. Pemberian obat
  2. Operasi telinga tengah, implan telinga tengah, BAHA atau implan koklea sesuai gangguan
  3. Penggunaan alat bantu dengar (ABD)
  4. Konseling dan terapi wicara

Perlu dilakukan rehabilitasi untuk membantu orang tua dan anak mengetahui segala aspek penyebab gangguan pendengaran, mempersiapkan orang tua dan anak untuk penggunaan ABD dan pelaksanaan terapi wicara, dan penentuan strategi sesuai kebutuhan masing-masing individu. Agar rehabilitas berjalan optimal perlu pemahaman tahapan perkembangan anak dan strategi penanganan, kondisi gangguan pendengaran pada anak dan akibatnya, pengenalan ABD dan manfaatnya serta strategi per individu. Perlu dilakukan optimasi pada fungsi pendengaran dengan stimulasi suara melalui komunikasi atau musik, mengajak anak mau mendengar lebih seksama dan melatihnya dengan konsisten.

Gangguan pendengaran dapat terjadi sejak anak lahir jadi lakukan skrining pendengaran sejak anak lahir sampai usia 1 bulan dan lakukan evaluasi pendengaran sebelum 3 bulan. Bayi normal sudah bisa merespon sejak dalam kandungan jadi ketika sudah lahir pun akan lebih mudah merespon dengan binar mata dan senyuman. Sebelum memasuki usia 6 bulan anak sudah semakin peka dengan suara dan panggilan. Kepekaan orang tua diperlukan untuk deteksi dini gangguan pendengaran.

TORCH dan Gangguan Penglihatan

Gangguan penglihatan akibat infeksi toxoplasma meliputi retinitis, choroiditis, iritis dan anterior uveitis. Pada penderita infeksi Syphilis kelainan yang diderita bisa berupa keratitis interstisial dan chorioretinitis. Katarak kongenital, glaukoma, mikrophtami (ukuran bola mata kecil) dan retinopati adalah kelainan yang disebabkan oleh infeksi rubela. Infeksi CMV menyebabkan uveitis, katarak, mikrophtalmi, retinochoroiditis dan kelainan saraf mata.

Tidak terlalu banyak informasi yang Fenny pahami dari materi terakhir gangguan mata akibat TORCH. Fenny hanya menangkap penjelasan bahwa selain tanda fisik yang nampak dari masing-masing kelainan mata, deteksi dini bisa dilakukan sejak anak usia 4 bulan dengan menggerakkan benda warna-warni di depan mata. Jika si bayi merespon maka bisa dikatakan minim resiko terjadi kelainan mata. Perlu diwaspadai katarak bisa terjadi di usia dewasa sehingga kesehatan mata perlu dijaga.

Fenny menyempatkan diri untuk ngobrol dengan Gracie di akhir-akhir acara. Fenny menyampaikan saran untuk mengadakan seminar tentang deteksi dini infeksi TORCH lebih detail dan pencegahannya. Ini sangat penting bagi masyarakat. Gracie pun mengiyakan dan semoga bisa terlaksana. Foto dulu dengan pendiri Rumah Ramah Rubela yang masih imut-imut seperti Fenny ini ;).




Di awal acara MC menyebutkan ada doorprize bagi penanya terbaik. Sempat merasa GR akan dapat karena moderator sesi tanya jawab pertama menyebutkan pertanyaan Fenny sama persis dengan pertanyaan yang terfikirkan oleh beliau. Rasanya tidak sabar karena Fenny diburu waktu untuk bertemu dengan klien. Beruntung Gracie membisikkan bahwa memang Fenny menjadi salah satu pemenang doorprize. Asyiiik….mari bertahan dulu sampai pembagian doorprize. Pembacaan pemenang doorprize pun dimulai dan… YEAY, Fenny mendapatkannya bersama bapak Petrus dan seorang ibu yang anaknya juga terinfeksi TORCH. Sebuah kotak besar bertuliskan sponsor dari Mirota KSM diserahkan Gracie pada Fenny dan kedua pemenang doorprize lainnya. Senang rasanya bisa mendapatkan ilmu dan hadiah. Sesampainya di kontrakan Fenny buka kotak doorprize yang ternyata berisi…DANDANG mini. Wohooooooo….pas banget Fenny memang berencana menambah perkakas dapur satu ini. Terima kasih RS Akademik UGM, Rumah Ramah Rubella dan Mirota KSM. Sampai jumpa di seminar selanjutnya ;)


Comments

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket