Skip to main content

#BeraniLebih Produktif dalam Keterbatasan

Menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berada di ibukota provinsi Jawa Tengah bagi saya adalah sebuah anugrah. Semarang, salah satu kota besar di Indonesia itu memberikan saya kesempatan untuk belajar, bekerja paruh waktu sampai tempat hiburan yang dekat satu sama lain. Belum lagi ketersediaan koneksi internet cepat yang mudah di dapat dimana saja. Tentu saja ini berpengaruh pada kinerja saya yang berkaitan dengan dunia internet marketing. Hingga pada akhirnya saya lulus, menikah dan menetap di Semarang. Keputusan saya bergabung dengan sebuah komunitas menulis membuat saya bisa memenuhi kebutuhan eksistensi di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Banyak acara yang diadakan oleh perusahaan besar atau komunitas dan mengundang saya sebagai blogger. Sebuah kondisi yang sangat nyaman dan kondusif bagi saya untuk berkarya.

Kunjungan ke Tiga Serangkai bersama Komunitas IIDBN Semarang
Dikarenakan suatu hal, saya harus kembali ke kampung halaman. Sebuah desa yang berada di pelosok kabupaten. Koneksi internet yang lambat, ketiadaan komunitas blogger apalagi minimnya acara yang diadakan di kota kecil seperti Klaten ini membuat saya mati gaya. Produktifitas menurun drastis. Terlebih saya dituntut untuk bekerja di luar rumah. Otomatis saya hanya berkutat dalam keseharian sebagai pekerja dan ibu rumah tangga selepas bekerja. Membosankan.


Suatu ketika saya menemukan puisi yang pernah dibacakan oleh ibu Yeni Wahid dalam sebuah acara gathering bisnis di Jogjakarta.

Puisi Pemuda dan Seonggok Jagung WS Rendra

Puisi Pemuda dan Seonggok Jagung WS Rendra

Penggalan puisi itu menampar kepasrahan yang saya dekap. Bukankah keterbatasan yang saya hadapi sekarang ini justru memberikan peluang yang besar?. Alih-alih terbuai dengan koneksi internet cepat yang membuat lupa waktu saat berjejaring sosial, saya seharusnya bisa lebih fokus menulis naskah buku. Ketimbang manyun dan iri melihat teman-teman komunitas berkumpul dalam acara di lokasi yang jauh dari jangkauan, saya jadi tertantang untuk mendirikan komunitas dan membuat kegiatan di daerah saya sendiri. Siapa tahu malah teman-teman dari luar kota datang untuk berpartisipasi seperti saat acara yang bekerja sama dengan perusaahan air mineral besar di Klaten ini.

NgaBLOGburit bareng Aqua dan Blogdetik di Pandaan, Klaten
Perlahan-lahan saya mulai bisa menerima kondisi yang ada. Bahkan satu per satu impian yang saya inginkan mulai terwujud. Dalam keterbatasan waktu serta minimnya internet sebagai sumber informasi, saya malah bisa menelurkan karya berupa buku solo perdana. Bahkan saya menggarap materi buku itu dalam kondisi sedang berbadan dua.

Buku solo perdana Fenny: Bolu Kukus Karakter
Dalam waktu dekat, saya memiliki tempat usaha sendiri yang akan menjadi basecamp komunitas menulis dan bisnis. saya sudah merencanakan agenda pelatihan gratis dengan menggandeng orang-orang inspiratif yang ternyata banyak bertebaran di Klaten, salah satunya Bunda Erwina, produsen jilbab cantik Bunda Collection yang telah berjalan lebih dari 10 tahun. Kini saya sedang menggarap buku biografi usahanya.

Kesadaran akan adanya peluang yang bisa dimanfaatkan membuat saya jauh lebih bersemangat manjalani hari. Keputusan untuk #beranilebih produktif dalam keterbatasan ini semoga tidak hanya bermanfaat bagi saya namun juga bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar. Saatnya berkarya dan bersinar wanita Indonesia :)


Catatan tambahan:
  • Jumlah kata: 491 (diluar keterangan foto)
  • FB: http://facebook.com/fenny.ferawati
  • Twitter/Line: @fennyferawati
  • Instagram: @fenny_ferawati

Comments

  1. Alhamdulillah, banyak peluang ternyata ya Fen, meski di kota kecil :)

    ReplyDelete
  2. sama mak, aku jg tinggal di tempat terpencil hehe....

    ReplyDelete
  3. Tinggal di kota kecil jangan dijadikan penghalang yo Fen, justru harus jeli melihat peluang yang ada

    ReplyDelete
  4. berpikir positif dan bersyukur, membuat tetap bertahan dalam kondisi penuh keterbatasan. keep fighting mbak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket