Thursday, April 30, 2015

#BeraniLebih Produktif dalam Keterbatasan

Thursday, April 30, 2015
Menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang berada di ibukota provinsi Jawa Tengah bagi saya adalah sebuah anugrah. Semarang, salah satu kota besar di Indonesia itu memberikan saya kesempatan untuk belajar, bekerja paruh waktu sampai tempat hiburan yang dekat satu sama lain. Belum lagi ketersediaan koneksi internet cepat yang mudah di dapat dimana saja. Tentu saja ini berpengaruh pada kinerja saya yang berkaitan dengan dunia internet marketing. Hingga pada akhirnya saya lulus, menikah dan menetap di Semarang. Keputusan saya bergabung dengan sebuah komunitas menulis membuat saya bisa memenuhi kebutuhan eksistensi di tengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga. Banyak acara yang diadakan oleh perusahaan besar atau komunitas dan mengundang saya sebagai blogger. Sebuah kondisi yang sangat nyaman dan kondusif bagi saya untuk berkarya.

Kunjungan ke Tiga Serangkai bersama Komunitas IIDBN Semarang
Dikarenakan suatu hal, saya harus kembali ke kampung halaman. Sebuah desa yang berada di pelosok kabupaten. Koneksi internet yang lambat, ketiadaan komunitas blogger apalagi minimnya acara yang diadakan di kota kecil seperti Klaten ini membuat saya mati gaya. Produktifitas menurun drastis. Terlebih saya dituntut untuk bekerja di luar rumah. Otomatis saya hanya berkutat dalam keseharian sebagai pekerja dan ibu rumah tangga selepas bekerja. Membosankan.


Suatu ketika saya menemukan puisi yang pernah dibacakan oleh ibu Yeni Wahid dalam sebuah acara gathering bisnis di Jogjakarta.

Puisi Pemuda dan Seonggok Jagung WS Rendra

Puisi Pemuda dan Seonggok Jagung WS Rendra

Penggalan puisi itu menampar kepasrahan yang saya dekap. Bukankah keterbatasan yang saya hadapi sekarang ini justru memberikan peluang yang besar?. Alih-alih terbuai dengan koneksi internet cepat yang membuat lupa waktu saat berjejaring sosial, saya seharusnya bisa lebih fokus menulis naskah buku. Ketimbang manyun dan iri melihat teman-teman komunitas berkumpul dalam acara di lokasi yang jauh dari jangkauan, saya jadi tertantang untuk mendirikan komunitas dan membuat kegiatan di daerah saya sendiri. Siapa tahu malah teman-teman dari luar kota datang untuk berpartisipasi seperti saat acara yang bekerja sama dengan perusaahan air mineral besar di Klaten ini.

NgaBLOGburit bareng Aqua dan Blogdetik di Pandaan, Klaten
Perlahan-lahan saya mulai bisa menerima kondisi yang ada. Bahkan satu per satu impian yang saya inginkan mulai terwujud. Dalam keterbatasan waktu serta minimnya internet sebagai sumber informasi, saya malah bisa menelurkan karya berupa buku solo perdana. Bahkan saya menggarap materi buku itu dalam kondisi sedang berbadan dua.

Buku solo perdana Fenny: Bolu Kukus Karakter
Dalam waktu dekat, saya memiliki tempat usaha sendiri yang akan menjadi basecamp komunitas menulis dan bisnis. saya sudah merencanakan agenda pelatihan gratis dengan menggandeng orang-orang inspiratif yang ternyata banyak bertebaran di Klaten, salah satunya Bunda Erwina, produsen jilbab cantik Bunda Collection yang telah berjalan lebih dari 10 tahun. Kini saya sedang menggarap buku biografi usahanya.

Kesadaran akan adanya peluang yang bisa dimanfaatkan membuat saya jauh lebih bersemangat manjalani hari. Keputusan untuk #beranilebih produktif dalam keterbatasan ini semoga tidak hanya bermanfaat bagi saya namun juga bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar. Saatnya berkarya dan bersinar wanita Indonesia :)


Catatan tambahan:
  • Jumlah kata: 491 (diluar keterangan foto)
  • FB: http://facebook.com/fenny.ferawati
  • Twitter/Line: @fennyferawati
  • Instagram: @fenny_ferawati

4 comments :

  1. Alhamdulillah, banyak peluang ternyata ya Fen, meski di kota kecil :)

    ReplyDelete
  2. sama mak, aku jg tinggal di tempat terpencil hehe....

    ReplyDelete
  3. Tinggal di kota kecil jangan dijadikan penghalang yo Fen, justru harus jeli melihat peluang yang ada

    ReplyDelete
  4. berpikir positif dan bersyukur, membuat tetap bertahan dalam kondisi penuh keterbatasan. keep fighting mbak

    ReplyDelete