Skip to main content

Keluargaku, Rumahku, Madrasahku

Suatu pagi Al, anak pertama saya langsung mengambil drum kesayangan dan stik pemukulnya begitu terbangun dari tidurnya. “Ayo buk, nyanyi”, ajak Al yang lalu memukul drumnya sambil sholawatan. Rupanya bernyanyi yang Al maksud kali ini adalah puji-pujian untuk Rasulullah, bukan lagu anak-anak seperti biasanya. Alhamdulillah meski suara pas-pasan, saya ikut bersholawat yang diikuti Al sepotong-potong syairnya. Suasana kamar tidur yang tadinya sunyi menjadi ramai dan menyenangkan.

Siang harinya, saya bertanya pada Ustad guru mengaji Al yang berprofesi sebagai tukang sayur keliling di kampung. Dari beliau saya mendapatkan informasi bahwa saat mengaji dan buka bersama di TPA kemarin memang diputarkan lagu sholawatan kemudian bernyanyi bersama. Rupanya Al merekamnya dengan baik meskipun tidak langsung serta merta hafal syairnya. Disitulah saya teringat bahwa Al sedang dalam masa perkembangan kognitif yang mampu merekam dengan cepat dan baik.

Selain dengan pembelajaran audio, Al juga sedang dalam perkembangan meniru. Terbukti bahwa Al kini mampu mengikuti gerakan sholat meski belum sempurna. Hal ini karena saya selalu menyertakan Al saat sholat. Bahkan kini saat tarawih, Al juga diajak ibu dan adik untuk sholat di masjid.



Menyadari bahwa pentingnya pendidikan agama sejak usia dini saya lalu mengkomunikasikan hal tersebut pada keluarga. Tepat sekali di bulan Ramadhan dimana kondisi religius lebih terasa. Terlebih lagi, bulan Ramadan berbarengan dengan masa liburan sekolah. Al jadi lebih banyak berada di rumah. Pendidikan agama seharusnya bisa diberikan lebih banyak dengan peran serta anggota keluarga lainnya. Saat ini saya memang masih seatap dengan bapak, ibu dan adik. Beruntung kami sepakat untuk menanamkan pendidikan agama sejak dini.

Ketika melihat Al pulang dari bermain dan mengetuk pintu, orang di dalam rumah menyuarakan salam. Tujuannya tentu agar diikuti dengan Al. Dengan suara teriakan khas anak-anak, kini salam selalu terdengar saat Al sudah sampai teras dan mengetuk pintu.

Kebersamaan di ruang keluarga bersama bapak ibu di siang hari seringkali kami manfaatkan untuk melihat tayangan bernuansa Islami. Bersyukur sekali kini ada program religi yang sangat mendidik di SCTV. Program favorit kami diantaranya Para Pencari Tuhan dan Madun Special Ramadhan.  Terkadang kami juga melewatkan sahur dan berbuka juga di ruang keluarga sembari menonton acara stasiun televisi SCTV.

Menyiapkan santapan berbuka di dapur, Al juga tak ketinggalan ambil bagian. Di usianya yang 2,5 tahun, Al suka ikut menyalakan kayu bakar atau sekedar memotong bahan makanan. Mulut kecilnya seringkali berucap, “Bismillah” mengikuti apa yang diajarkan oleh ibu. Lucu sekali. Kalau sudah matang makanan dan minumannya, Al berucap, “Alhamdulilah” sambil berjoget-joget.

Pentingnya pendidikan agama sejak dini dalam urusan makan menjadi hal yang sangat penting. Jika tidak dibiasakan sejak masih anak-anak bisa-bisa terbawa hingga dewasa. Berdoa sebelum makan, makan dengan tangan kanan, minum sambil duduk seringkali terabaikan. Oleh karenanya saya mengkondisikan ruang makan yang bisa membuat Al belajar adab makan minum seperti meletakkan tempat minum di meja yang dilengkapi kursi dan makan bersama sehingga bisa melihat kami berdo’a sebelum makan.

Di pintu kamar mandi saya menempelkan post note yang berisi do’a sebelum masuk kamar mandi, dan ajakan untuk masuk dengan kaki kiri terlebih dahulu. Urgensi pendidikan agama sejak dini untuk urusan mensucikan diri juga menjadi perhatian saya dan anggota keluarga lainnya. Sengaja saya menempelkannya sejajar dengan tinggi mata Al sehingga bisa melihatnya. Seringkali malah Al tidak hanya tertarik isi di post note tapi juga tertarik melepasnya. Bagi saya tak masalah karena saya pun membuatnya lagi dan lagi dengan Al juga sehingga Al menjadi lebih paham. Demikian pula untuk urusan urutan berwudhu. Selain dengan mengajaknya langsung, saya juga menempelkan poster berwudhu di kamar tidur Al.

sumber gambar disini
Ramadhan tidak terlepas dengan perayaan di hari kemenangan, hari Raya Idul Fitri. Menyambut sanak saudara dan sahabat menjadi hal yang wajib dipersiapkan dengan semaksimal mungkin. Menyajikan hidangan atau cemilan di ruang tamu dengan makanan dan minuman yang hahal serta mengajarkan Al untuk tidak makan dan minum yang berlebihan. Pengalaman di tahun sebelumnya, Al diare karena terlalu banyak meminum sirup buah sehingga sempat kelepasan di ruang tamu. Sungguh pengalaman yang sedikit memalukan namun bisa dijadikan pelajaran untuk Al.

Mengajarkan pendidikan agama sejak dini di saat Ramadhan seperti ini memang lebih menyenangkan dan efektif. Suasananya sangat mendukung baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Meskipun demikian, penanaman pendidikan agama sejak dini di dalam rumah bersama keluarga seharusnya mendapat perhatian khusus. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S AL Kahfi: 82,
“Adapun dinding rumah itu  adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh.” (Al Kahfi: 82).
Allah menjanjikan balasan yang baik bagi orang tua yang sholeh dan keturunannya. Urgensi pendidikan agama sejak dini melibatkan anggota keluarga di dalam rumah tak diragukan lagi. Saya dan keluarga berharap Al bisa memiliki pondasi yang kuat untuk menjalani hidup sesuai syariat sebagaimana pondasi rumah yang kami bangun. Mari jadikan keluarga dan rumah menjadi pendidik dan madrasah yang utama hingga tercapai tujuan, “Keluargaku, Rumahku, Madrasahku”.


Referensi:
http://muslim.or.id/keluarga/pendidikan-anak-tanggung-jawab-siapa.html

Comments

  1. Al pinter bgd, jd anak sholeh y syg, pinter, dan selalu sehat...amiinnn
    :)

    ReplyDelete
  2. berkah ramadhan..... ramadhan penuh kenangan

    ReplyDelete
  3. wuah 2,5 tahun sudah bisa ngebantuin emaknya...alhamdulillah.
    sukses ngontesnya ya maaaak ^^

    ReplyDelete
  4. Aaamiin.. semoga rumah kita bisa menjadi Baiti Jannati yaa

    ReplyDelete
  5. anak sholeh ya Al... berkah Ramadhannya mak fen...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket