Skip to main content

Masalah Rambut Rontok setelah Melahirkan, Wajarkah?

Memiliki rambut panjang bagi saya merupakan sebuah kebanggaan. Terlebih lagi suami menyukai perempuan berambut panjang.Namun apa daya masalah rambut rontok setelah melahirkan melanda. Kerontokan itu bisa dibilang sangat parah. Hanya dielus dengan tangan saja rambut bisa bergelantungan di jari. Rambut rontok juga berserakan di bantal saat bangun tidur. Lebih-lebih saat disisir dan keramas, rasanya ingin tutup mata melihat banyaknya rambut yang rontok. Saat itu sempat terfikirkan, rambut rontok setelah melahirkan wajarkah



Ada mitos yang bilang bahwa rambut rontok setelah melahirkan anak laki laki itu wajar. Awalnya saya percaya karena saya melahirkan bayi laki-laki. Tapi ketika saya melahirkan yang kedua kalinya dan bayi berjenis kelamin perempuan, rambut saya tetap rontok. Ada juga yang bilang karena si anak bermain ludah. Bisa jadi karena waktu rambut mulai rontok bersamaan dengan perkembangan anak yang sudah bisa mengoceh dan cenderung suka menyemburkan air liur. Namun sampai saat ini saya masih juga tidak mengerti dan belum mengetahui kebenarannya. Yang pasti dari cerita teman yang setelah melahirkan rambut rontok parah itu banyak. Jadi ini menjadi pertanda bahwa masalah rambut rontok setelah melahirkan itu wajar. Saya menjadi lebih lega.

Tidak perlu obat rambut rontok setelah melahirkan dan menyusui karena hal itu wajar. Meskipun demikian, masalah rambut rontok setelah melahirkan memberikan efek yang cukup terlihat. Jika tidak dirawat dan diperlakukan dengan benar proses pemulihannya pun lebih lama. Rambut terlihat tipis dan seperti botak di beberapa tempat. Tentunya ini mengganggu penampilan. Maklum, rambut bagi wanita merupakan mahkota. Meski pasca melahirkan dan dalam masa menyusui, wanita ingin tetap terlihat cantik bukan?

Lalu bagaimana mengatasi masalah rambut rontok setelah melahirkan agar tidak terlalu parah? Nantikan di postingan selanjutnya :)

masalah rambut rontok setelah melahirkan, rambut rontok setelah melahirkan wajarkah, rambut rontok setelah melahirkan anak laki laki, rambut rontok setelah melahirkan normalkah, setelah melahirkan rambut rontok parah, cara mengatasi rambut rontok setelah melahirkan, rambut rontok pasca melahirkan, rambut rontok pasca melahirkan dan menyusui, obat rambut rontok, obat rambut rontok setelah melahirkan

Comments

  1. Saya kalau punya rambut panjang pasti rontok tapi setelah melahirkan memang lebih parah, bayi saya perempuan. Untung rambut saya tebal jadi ndak kelihatan kalau rontok. Ini udah beberapa bulan disapih, rontoknya sudah tak seberapa sich mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ini Sita umur 5 bulan rontok nya sudah berkurang :)

      Delete
  2. Rambutku juga rontok parah pas baru melahirkan, beberapa orang yang kutanya ternyata begitu juga pasca melahirkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pas Al dulu juga gitu seh mbak jadinya kali ini gak kaget :D

      Delete
  3. saya juga rontok banget, sampai bantal banyak rambut yang menempel, akhirnya aku potong pendek rambutku

    ReplyDelete
  4. Apa efek hormonal ya, mak? Jadi rambutnya rontok banyak.

    ReplyDelete
  5. Rambutku jg tmsk rontok...meski nggak parah banget...makanya sy jd memotong rambut agar pendek biar nggak terlalu ronttoknya

    ReplyDelete
  6. rambutku juga rontok. Apa itu tanda-tanda setelah melahirkan ? :''

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket