Skip to main content

Menyongsong Law Enforcement 2016, Inilah Hadiah bagi Wajib Pajak di tahun 2015

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah itu Law Enforcement? Law Enforcement adalah bahasa asing untuk istilah penegakan hukum. Kali ini saya membahas tentang penegakan hukum yang berkaitan dengan pajak. Pokok bahasan yang cukup berat namun menjadi ringan untuk dicerna setelah membaca hasil wawancara dengan ibu Zeti ArinaCEO Artha Raya Consultant. Uniknya, informasi yang disampaikan Zeti Arina membuat saya berkesimpulan bahwa tahun ini merupakan tahun yang menguntungkan bagi wajib pajak. Hal ini karena ada banyak “hadiah” yang akan didapat  wajib pajak selama tahun 2015. Apa sajakah itu? 

Guna menyongong law enforcement 2016, pemerintah memberikan kesempatan untuk wajib pajak melaporkan dan membetulkan pengisian Surat Pemberitahuan (SPT), serta membayar tunggakan pajak dalam lima tahun terakhir, tanpa diberi sanksi. Ini yang sering disebut dengan istilah “pemutihan”. Zeti Arina mengutarakan bahwa itu artinya wajib pajak sudah mendapat hadiah berupa penghapusan denda keterlambatan atau terhindarkan dari denda yang lebih besar jika sampai dilakukan pemeriksaan.

Menurut Zeti Arina, para wajib pajak yang lalai di tahun 2016 akan mendapat hukuman sesuai dengan UU ketentuan umum perpajakan yang sebenernya cuma pemeriksaan. Namun kepatuhan akan digalakkan. Apabila ada tagihan pajak akan dilakukan penagihan aktif. Penagihan aktif berupa teguran, penyitaan, pelelangan aset, penyandraan, pemblokiran rekening dan sebagainya. Jika ada tindak pidana perpajakan akan dibawa ke pengadilan. Peraturan low enforcement tahun 2016 tersebut berlaku di semua bidang pajak terutama PPh dan PPN. 

Dalam menyikapi hal ini, IKPI Surabaya yang diketuai oleh Zeti Arina melakukan pendampingan dan pembinaan wajib pajak tahun 2015. IKPI mengadakan sosialisasi tentang adanya reinventing policy berupa penghapusan sanksi bagi wajib pajak yg terlambat membayar pajak mulai tahun 2010 sampai dengan 2014. Sosialisasi dengan mandiri, melalui asosiasi, bekerjasama dengan dirjen pajak maupun universitas. Sebagai konsultan pajak, Zeti Arina secara pribadi melalui kantor juga mengadakan sosialisasi dan menghimbau kepada wajib pajak untuk melakukan pembetulan laporan pajaknya kalau memang pelaporannya masih ada yang salah bahkan ada yang belum lapor. Bekerjasama dengan beberapa bank memberikan sosialisasi kepada nasabah prioritasnya di seluruh indonesia. Tanggal 7 ini Zeti Arina juga akan bekerjasama dengan Commonwealth bank memberikan sosialisasi tentang pajak di Samarinda.

sumber gambar: web resmi artha raya consultant
Zeti Arina memberikan tips sebagai hadiah tambahan bagi wajib pajak dalam menyikapi peraturan Low Enforcement yang berlaku di tahun 2016. Apabila memang pelaporan pajaknya masih salah terutama untuk orang pribadi sebaiknya segera lakukan pembetulan di tahun ini yaitu mulai tahun 2010 sd 2014. Indikasi dari KPP biasanya kesesuain aset yang dimiliki dengan pembayaran pajaknya. Aset disini mulai dari tabungan sampai aset tidak bergerak misalnya rumah, tanah, mobil dsb. Akan bermasalah misalnya  apabila membeli rumah seharga 500 juta tetapi di daftar hartanya tidak ada tabungan atau hutang dan penghasilan yang dilaporkan cuma sedikit

Pada intinya pajak tahu bahwa banyak yang pelaporan pajaknya masih belum benar, terutama untuk orang pribadi. Jadi sebaiknya segera cek laporan pajak. Jika belum sesuai segera lakukan pembetulan dan mintakan penghapusan dendanya. Mumpung ada banyak hadiah yang sedang menanti wajib pajak selama tahun 2015.

Referensi:
  • http://finance.detik.com/read/2015/03/05/133045/2850505/4/lunasi-tunggakan-pajak-sebelum-1-januari-2016-dapat-hadiah-dari-ditjen-pajak
  • http://www.beritasatu.com/ekonomi/234395-35-tahun-lagi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-8.html

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket