Skip to main content

Kisah Suka Duka Mantan Model Seksi Berbisnis Grosir Jilbab Anak Lucu, Mengharukan!

“Saya dulu pernah terjerumus di dunia hitam mbak”, ungkapnya jujur. “Saya pernah berpakaian hampir telanjang di atas catwalk. Para sahabat sampai jijik saat ketemu saya. Itu semua karena lemahnya iman saya. Maka dari itu saya jadi ingin mengenalkan anak-anak  perempuan di Indonesia mengerti aurat dan belajar berhijab sejak kecil. Membiasakan berhijab itu tidak mudah”, demikian penuturan perempuan bernama lengkap Utisah yang kini menjadi produsen jilbab anak lucu.


Ibu dari Rizqi, Fauzan dan Rafa ini mulai berjualan tahun 2007. Barang-barang dagangan teman dan kerajinan dari flanel menjadi produk jualannya. Tahun 2008 Utisah mulai berjualan online. Utisah mulai berjualan jilbab topping sembari tetap menjual kerajinan pada tahun 2012. Namun akhirnya Utisah memilih fokus pada salah satu produk dan ia memilih usaha grosir jilbab anak lucu.


Bermodalkan nekat karena tidak memiliki ilmu yang cukup, Utisah mulai membuat jilbab dengan memberikan contoh produk ke penjahit berikut bahannya. Sembari menunggu proses produksi selesai, Utisah mulai memasarkan. Respon pasar lumayan bagus bahkan ada yang tertarik menjadi distributor. Namun sungguh terkejutnya Utisah ketika mendapati 500 pcs jilbab hasil produksi jilbab anak lucu tidak layak jual. Semuanya gagal.

Utisah down. Ia kembali menekuni usaha menjual kerajinan flanel. Namun rasa penasaran untuk usaha menjadi produsen jilbab anak lucu masih menggelayuti pikiran. Rasa kapok sudah menghilang, Utisah lalu kembali membuat contoh jilbab dan memberikannya ke pejahit berikut bahannya. Lagi-lagi GAGAL. Berulang kali Utisah berganti-gantu penjahit hingga 6 kali bahkan hingga ke luar kota. Utisah lalu menyadari bahwa ia kurang ilmu untuk menjadi produsen jilbab anak. Utisah kembali mengubur keinginannya.

Tahun 2014 Utisah tertarik kembali untuk menjadi produsen jilbab anak lucu. Bulan Oktober ia mulai produksi. Sebulan kemudian Utisah mengikuti seminar bisnis dan dari situlah Utisah paham mengapa ia gagal. Ilmu yang didapat dari seminar sedikit demi sedikit Utisah mempraktekakkannya. Syukurlah, hasil produksi jilbab anak berhasil. Kalaupun ada yang cacat produksi, jumlahnya tidak seberapa. Namun apakah itu pertanda perjalanan usaha Utisah mulai lancar?

Kita tunggu cerita selanjutnya minggu depan ...

Comments

  1. Dan tidak ada perjuangan yang tidak menghasilkan.

    Emang ya mak, namanya bisnis kalo kitanya ga penasaran buat lanjut. Bisa2 berenti tengah jalan ya. Cuma saya juga ngalamin sih mak. Yg namanya kadang ada aja yaa batu kerikil...hehee. tapi cool deh perjuangan mba Utisah. Semoga berkah bisnisnya. Amiiin

    ReplyDelete
  2. Hebat! Salut dgn kegigihan dan pantang menyerahnya Mak. Inspiratif. Nunggu kisah selanjutnya aahh

    ReplyDelete
  3. Kereeeeen! Saluttt dengan perjuangannya :)

    ReplyDelete
  4. penasaran sama kelanjutannya.. :)

    memang bener yaa..kegagalan itu jadi vitamin bagi para pengusaha. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket