Thursday, September 24, 2015

[PART II] Kisah Suka Duka Mantan Model Seksi Berbisnis Jilbab Anak, Mengharukan!

Thursday, September 24, 2015

Setelah sebelumnya berkali-kali gagal produksi jilbab, akhirnya Utisah berhasil. Namun ujian kembali datang pada perempuan berusia 34 tahun yang hanya lulusan SMP ini. Utisah menawarkan hasil produksi jilbab anak lucunya dengan sistem keagenan pada beberapa teman. Disributor pertamanya adalah reseller yang dikenal saat berjualan di Gasibu Bandung. Beberapa teman yang ditawarinya juga berminat menjadi distributor dan agen. Utisah berbangga hati. Dengan percaya diri yang tinggi, Utisah membeli bahan 8 roll dan menjahitnya menjadi 1200an pcs jilbab anak. Dengan jumlah produksi segitu banyak, Utisah mmemiliki kewajiban membayar ongkos penjahit sebesar 8 juta rupiah. Dibayangi ongkos produksi yang besar, Utisah merasa tenang karena merasa sudah punya agen yang bisa diandalkan.

Ujian kembali datang. Empat orang calon agen dengan total pemesanan 20 juta membatalkan dengan berjuta-juta alasan yang tidak masuk akal. Rupanya itu hanya untuk menutupi alasan yang sederhana. Para calon agen merasa mereka lebih baik memilih produksi merka yang sudah terbukti laris di pasaran. Sebagai pemain baru, produksi jilbab anak Utisah dipandang sebelah mata meski kualitas bagus dan dikemas menarik.


Semalaman Utisah tidak bisa tidur. Dari mana ia bisa mendapatkan 8 juta dalam sehari? Bagaimana menjual 1200 pcs jilbab anak? Kondisi tersebut membuat Utisah dan suami terpuruk. Utisah lalu konsultasi dengan beberapa teman yang pernah menjalankan bisnis serupa. Rupanya beberapa temannya itu pun mengalami hal yang sama. Namun Utisah akhirnya tetap mendapat solusi dari salah seorang teman. Seribu  dua ratusan jilbab anak itu terjual dalam 1 bulan saja. Bahkan beberapa konsumen meminta menjadi agen karena banyak yang berminat setelah melihat anaknya memakai jilbab anak produksi Utisah. Jilbab anak yang diberi merek Rifara Kids itu akhirnya mendapatkan hati konsumen.

Ujian demi ujian rupanya belum selesai dalam proses perjalanan usaha Utisah. Di tengah keteteran membuat stok jilbab, beragam masalah menghampiri. Tertipu teman, tertipu penjual online, bisnis lain yang terhenti dan hilangnya kepercayaan dari teman dekat datang bertubi-tubi. Utisah yang kala itu hamil muda hanya sanggup pasrah. Hutang puluhan juta di tanggungnya. Setiap hari Utisah menangis meratapi kepurukannya. Beruntung ia memiliki teman berbagi cerita. Tak lain adalah mbak Muri Handayani, mentor Sekolah Bisnis Online. Demi mengalihkan perhatiannya agar tidak berlarut-larut down, Utisah menjadi admin komunitas di IG. Utisah melepaskan bebannya dengan seru-seruan bersama alumni SBO 3.2. Berkat komunitas, Utisah kembali menemukan semangatnya.

Kini sedikit demi sedikit hutangnya terbayarkan. Jilbab anak Rifara juga sudah memiliki sub agen, agen dan distributor sebanyak 15 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia. Utisah mengambil pelajaran dari ujian-ujian yang diterimanya. Berkat ujian yang datang, Utisah menjadi paham cara  produksi jilbab anak sesuai standar dengan mengkomunikasikan detail pada penjahit. Mulai dari detail ukuran beserta gambar, standar jarak jahitan, warna benang, ongkos jahit, lama pekerjaan dan lain-lain. Semuanya harus jelas.


Selain itu, Utisah juga berpegang pada nasehat orang tuanya, “Jangan sampai orang lain tahu kita sedang susah, tetaplah bersikap ceria”. Oleh karena itu Utisah tidak melibatkan keluarga di kala susah. Dari owner Batik Trusmi, Sally Geovani, Utisah mendapat pelajaran bahwa ketika ditimpa masalah besar jangan lah sekali-kali menyalahkan Allah. Utisah lalu menyadari bahwa ia sering korupsi waktu pada Allah. Utisah lalai menjalankan sholat dengan sering menunda-nuda. Kini Utisah mengutamakan sholat tepat waktu. Allah dulu baru yang lain. Sungguh perjalanan hijrah seorang mantan model seksi yang mengharukan.

7 comments :

  1. Iya ya...mengharukan dan mengnspirasi :)

    ReplyDelete
  2. Baru sempet baca dg jelas , maa syaa Allah mba Fenny makasih banyak yaaaa , sukses trs untuk mba Fenny baarokallaahu fiik

    ReplyDelete
  3. Teteh...salut bisa brrtahan..sukses trus y

    ReplyDelete