Skip to main content

Formasi-G, Solusi untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)

Masyarakat Ekonomi Asia atau yang sering disingkat MEA gaungnya sangat terasa bagi kalangan pebisnis dan pengusaha. Gaung yang membuat beberapa orang gentar menghadapinya. Bagaimana tidak jika nantinya setelah MEA diberlakukan di akhir tahun 2015 maka pasar bebas akan terjadi. Itu artinya barang dan jasa dari luar negeri, utamanya dari sesame Negara anggota Asia Tenggara akan mudah masuk. Jika para pengusaha kecil & besar, pengrajin, petani, buruh, investor Indonesia tidak siap, bisa jadi akan mudah tergulung oleh produk impor.
sumber gambar pusakaindonesia.org
Untuk itu lah perlu dibentuk forum bersama untuk memahami kondisi global, berpikir, dan bersikap untuk mencari solusinya. Formasi-G hadir untuk memenuhi kebutuhan itu. Harapannya masyarakat Indonesia menjadi lebih peka dengan isu global, berperan aktif untuk berbagi dan berbakti. Dengan demikian daya saing Indonesia di tingkat global bisa meningkat sehingga bisa mengubah ancaman menjadi anugerah.

Dr. Suyoto Rais adalah sosok dibalik terbentuknya Formasi-G. Sekembalinya ke Indonesia setelah merantau dari Jepang, Eropa, Cina dan Thailand  selama 25 tahun menggugahnya untuk mengabdi bagi negeri tercinta, Indonesia. Kini Dr. Suyoto Rais menjadi dosen tamu ITB untuk membagikan pengalamannya menjadi pimpinan perusahaan manufaktur Jepang. Selain itu, Suyoto juga menerbitkan buku berjudul Seindah Sakura di Langit Nusantara untuk dokumentasi perjalanan hidupnya menjadi Profesional Global.



Meningkatkan daya saing Indonesia menghadapi gobalisasi dunia menjadi visi Formasi-G. Visi tersebut dijabarkan menjadi misi yang terdiri dari:
  • membantu produk/manusia Indonesia agar bisa berjaya di pasar domestik;
  • membantu meningkatkan nilai tambah produk/manusia Indonesia agar bisa diterima di pasar global; 
  • membantu pemerintah/instansi terkait menggali, memetakan dan mengembangkan potensi nasional untuk membangun “Indonesia Corporation” yang kokoh.
Investigasi, diskusi dan analisa, training dan skill up lainnya, dan masih banyak lagi yang dilakukan dalam wadah Formasi-G. Tujuannya tak lain untuk menghasilkan informasi, ide dan aktivitas agar dapat meningkatkan daya saing produk dan sumber daya manusia Indonesia di kancah global.

Anggota Formasi-G telah mencapai 335 orang yang tergabung di fanpage dan 200 orang di milis. IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie), (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), TGCI (The Green Coco Island), Gerakan “Beli Indonesia”, JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) adalah lembaga yang juga ikut tergabung didalamnya. Jika ingin bergabung bisa melalui fanpage resmi Formasi-G https://www.facebook.com/formasig atau melalui website www.formasi-g.net.


Beberapa komunitas dari berbagai latar belakang, yaitu pengusaha, praktisi industri, peneliti, petani, pedagang, karyawan, mahasiswa, dan lain-lain dirangkul Formasi-G untuk ikut serta. Semoga harapan untuk terwujudkan insan Indonesia yang menyambut kedatangan MEA sebagai pintu menuju puncak kesuksesan bisa tercapai.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket