Saturday, October 10, 2015

Formasi-G, Solusi untuk Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA)

Saturday, October 10, 2015
Masyarakat Ekonomi Asia atau yang sering disingkat MEA gaungnya sangat terasa bagi kalangan pebisnis dan pengusaha. Gaung yang membuat beberapa orang gentar menghadapinya. Bagaimana tidak jika nantinya setelah MEA diberlakukan di akhir tahun 2015 maka pasar bebas akan terjadi. Itu artinya barang dan jasa dari luar negeri, utamanya dari sesame Negara anggota Asia Tenggara akan mudah masuk. Jika para pengusaha kecil & besar, pengrajin, petani, buruh, investor Indonesia tidak siap, bisa jadi akan mudah tergulung oleh produk impor.
sumber gambar pusakaindonesia.org
Untuk itu lah perlu dibentuk forum bersama untuk memahami kondisi global, berpikir, dan bersikap untuk mencari solusinya. Formasi-G hadir untuk memenuhi kebutuhan itu. Harapannya masyarakat Indonesia menjadi lebih peka dengan isu global, berperan aktif untuk berbagi dan berbakti. Dengan demikian daya saing Indonesia di tingkat global bisa meningkat sehingga bisa mengubah ancaman menjadi anugerah.

Dr. Suyoto Rais adalah sosok dibalik terbentuknya Formasi-G. Sekembalinya ke Indonesia setelah merantau dari Jepang, Eropa, Cina dan Thailand  selama 25 tahun menggugahnya untuk mengabdi bagi negeri tercinta, Indonesia. Kini Dr. Suyoto Rais menjadi dosen tamu ITB untuk membagikan pengalamannya menjadi pimpinan perusahaan manufaktur Jepang. Selain itu, Suyoto juga menerbitkan buku berjudul Seindah Sakura di Langit Nusantara untuk dokumentasi perjalanan hidupnya menjadi Profesional Global.



Meningkatkan daya saing Indonesia menghadapi gobalisasi dunia menjadi visi Formasi-G. Visi tersebut dijabarkan menjadi misi yang terdiri dari:
  • membantu produk/manusia Indonesia agar bisa berjaya di pasar domestik;
  • membantu meningkatkan nilai tambah produk/manusia Indonesia agar bisa diterima di pasar global; 
  • membantu pemerintah/instansi terkait menggali, memetakan dan mengembangkan potensi nasional untuk membangun “Indonesia Corporation” yang kokoh.
Investigasi, diskusi dan analisa, training dan skill up lainnya, dan masih banyak lagi yang dilakukan dalam wadah Formasi-G. Tujuannya tak lain untuk menghasilkan informasi, ide dan aktivitas agar dapat meningkatkan daya saing produk dan sumber daya manusia Indonesia di kancah global.

Anggota Formasi-G telah mencapai 335 orang yang tergabung di fanpage dan 200 orang di milis. IABIE (Ikatan Alumni Program Habibie), (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional), TGCI (The Green Coco Island), Gerakan “Beli Indonesia”, JPMI (Jaringan Pengusaha Muslim Indonesia) adalah lembaga yang juga ikut tergabung didalamnya. Jika ingin bergabung bisa melalui fanpage resmi Formasi-G https://www.facebook.com/formasig atau melalui website www.formasi-g.net.


Beberapa komunitas dari berbagai latar belakang, yaitu pengusaha, praktisi industri, peneliti, petani, pedagang, karyawan, mahasiswa, dan lain-lain dirangkul Formasi-G untuk ikut serta. Semoga harapan untuk terwujudkan insan Indonesia yang menyambut kedatangan MEA sebagai pintu menuju puncak kesuksesan bisa tercapai.

No comments :

Post a Comment