Skip to main content

Liputan Kopdar, Seminar & Bazar SBO Jogja: Meraup Omset Jutaan dengan Sistem Keagenan dan Loyalitas

Tak terasa sudah hampir dua minggu yang lalu Kopdar SBO area Jogjakarta dan sekitarnya. Tapi kalau ditanya euforianya, aliran adrenalinnya masih terasa hingga sekarang. Bagaimana tidak jika tiba-tiba empat ibu rumah tangga yang biasanya berbisnis sambil momong anak bermodalkan internet dirumah lalu tiba-tiba menjadi sebuah event organizer? Seru, rempong dan sempat bikin jantungan *tarik nafas


Bermula dari keinginan alumni Sekolah Bisnis Online yang ingin kopdar dengan trainer yang biasanya hanya bertemu lewat chat online atau fb group, maka muncul ide untuk kopdar. Setelah beberapa kali diskusi, akhirnya terbentuklah kepanitian kopdar SBO area Jogjakarta. Ada mbak Rina, mbak Ema, mbak Desi dan saya sendiri. Masing-masing punya anak kecil yang masih nempel kalau kemana-mana. Tanggal dan tema sudah ditentukan. Tempat juga akhirnya mendapatkan yang diinginkan setelah sempat terganjal kesalahpahaman tujuan penggunaan tempat. Perjuangan mengumpulkan peserta kopdar berikut persiapannya pun dimulai.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Suasana masih sepi. Jogja Digital Valley yang menjadi lokasi kopdar SBO belum juga dibuka. Beruntung tak lama kemudian pak satpam dan OB datang menyiapkan tempat. Bertiga bersama Sita dan adik, saya menunggu rekan-rekan. Diingat-ingat ternyata saya belum menyiapkan absensi peserta. Langsung kabur ke tempat ngeprint dan fotokopian. Dekat saja di seberang jalan JDV ada fotokopian. Belum kelar urusan fotokopi, ada yang tanya bisadaftar acara on the spot atau tidak. Kelabakan deh saya. Terlihat sekali acara belum siap tapi sepertinya calon peserta nampak memaklumi. Lah iya mereka juga kepagian yang dating.

Pukul 09.00, lewat dari waktu janjian teman-teman panitia yang lain baru datang. Meja, kursi dan penataan bazaar sudah siap. Meja registrasi juga sudah siap. Sound system? Aduh, ternyata harus menunggu PJ JDV yang belum datang.  Peserta kopdar dan bazaar sudah berdatangan. Heboh. Beruntung teman-teman panitia sigap. Pukul 09.30 perlengkapan sudah siap namun peserta yang terdaftar belum sepenuhnya datang.

Pemateri datang tepat waktu. Tak jauh beda dengan peserta, pemateri yang tak lain adalah trainer Sekolah Bisnis Online, mbak Muri Handayani juga hadir lengkap bersama suami dan kedua anak-anaknya. Sembari menunggu acara dimulai, mbak Muri bagi-bagi produknya yang bermerek Razha. Asyiiik dapat inner dan ciput gratis. Lihat, para peserta heboh memilih-milih produk gratis yang ngehits dan dipasarkan oleh lebih dari 600 agen di dalam dan di luar negeri ini.


Acara dimulai pukul 10.00. Saya maju sebagai MC. Sebelum masuk ke materi, ada sesi perkenalan dari Jogja Muslimah Preneur (JMP), komunitas yang saya gandeng untuk mengadakan acara kopdar . Meski bisa dikatakan kerjasamanya gagal karena ternyata tidak ada tindak lanjut di intern JMP sehingga tidak maksimal hasilnya, ada perwakilan yang datang. Kali ini ada mbak Luffi Vadisa, perwakilan dari JMP yang membawakan sesi perkenalan. Selanjutnya ada pembagian doorprize dari Stiletto Book, penerbit buku perempuan yang mensponsori acara. 



Selesai pembukaan, acara langsung diambil alih oleh mbak Muri. Materi yang disampaikan tentang bagaimana meningkatkan omset berkali-kali lipat dengan sistem keagenan dan juga bagaimana agar para agen loyal. Materi ini dibawakan apik oleh mbak Muri karena berdasarkan pengalaman pribadi. Tak terasa hampir dua jam lho penyampaian materinya. Setelah dhuhur ada sesi tanya jawab. Peserta antusias sekali bertanya. Kalau saja tidak saya stop untuk istirahat karena sudah ada yang mengingatkan untuk istirahat sholat, bisa-bisa lupa waktu.


Saat istirahat, para peserta dan panita menyambangi bazaar yang ada. Tak ketinggalan mbak Muri. Dan ini lah bazaar yang ikut meramaikan acara kopdar SBO area Jogjakarta.





Berhubung sewa tempat di JDV maksimal hanya sampai jam 14.00 WIB, pukul 13.30 peserta sudah dikumpulkan kembali untuk materi tambahan penggunan action plan. Action Plan adalah planner yang berfungsi untuk perencanaan, control dan evaluasi kegiatan bisnis supaya bias memenuhi target. Para peserta langsung praktek karena semua mendapatkan action plan sebagai goodie bag. Ada goodie bag berisi notebook, pensil dan stiker dari Stileeto Book juga.

Acara pun diakhiri tepat pukul 14.00. Tak afdol jika ada kopdar tanpa foto bersama. Dan ini dia peserta kopdar SBO area Yogyakarta dan sekitarnya.



Setelah meminta ijin pada pengurus JDV, panitia dapat kelonggaran waktu beberes sampai jam 15.00. Asyiiik, bias ngobrol cantik dulu dengan peserta yang jauh-jauh dating dari Madiun. Ada juga yang dating dari Surabaya, sepasang suami istri. Serunya lagi ada yang dibela-belain jahit baju H-1 karena tahu dresscodenya batik. Duh, seneng deh saya sebagai panitia melihat antusias peserta. 

Meski tak mencapai target peserta seperti rencana, saya dan teman-teman bersyukur acara Kopdar SBO area Yogyakarta yang diadakan pertama kali ini dihadiri sekitar 43 orang. Acara pun lancar meski ada hiruk pikuk suara anak-anak. Kegembiraan bias berkumpul bersama dan semangat menimba ilmu membuat lelah saya dan teman-teman panitia terbayar. Semoga mbak Muri yang jauh-jauh naik kendaraan pribadi dari Bandung juga puas.

Ada testimoni peserta Kopdar SBO area Jogjakarta dan sekitarnya lhoo.


Sudah ikut Sekolah Bisnis Online belum?


Comments

  1. Seneng banget kalo lihat even untuk menggerakkan semangat entrepreneurship kaum wanita :D

    ReplyDelete
  2. Waah keren yaa mom-preneur sekarang...makin jaya dengan kosep online marketing.

    ReplyDelete
  3. Bisnis online sekarang ini lagi booming banget, mmg dibutuhkan untuk zaman sekarang ini

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket