Skip to main content

Meraup Untung Belasan Juta dari Jualan Wall Sticker

sumber gambar etalasebisnis.com
Menjadi penjual online tidak pernah ada dalam bayangan Dina Sri Agustin sebelumnya. Bahkan ketika memutuskan resign dari pekerjaannya karena salary yang tidak memuaskan, Dina belum memiliki rencana akan melakukan apa untuk mendapatkan penghasilan pengganti. Walhasil masa dimana ketika Dina tidak mampu membeli lilin ketika mati lampu pun pernah dilakoninya. Namun kini Dina menjadi salah satu seller Tokopedia yang meraup untung belasan juta rupiah dari jualan wall sticker. Bagaimana bisa? Dina berbagi pengalamannya dalam acara Tokopedia Roadshow Solo 2015 hari Minggu, 25 Oktober 2015 di Borobudur Ballroom Novotel Solo kemarin.


Berpotongan rambut cepak dan berpakaian casual membuat wanita berusia 38 tahun ini terlihat energik. Siapa sangka ia pernah diremehkan oleh orang-orang di sekitarnya ketika mulai berjualan wall sticker di rumahnya. Perkenalan pertama Dina dengan wall sticker bermula ketika adik ipar membawa ke rumahnya. Dina berfikir ini sangat unik dan mudah di aplikasikan. Di situlah Dina melihat peluang yang bisa diciptakannya untuk mendapatkan penghasilan.

Dina mulai jualan wall sticker dirumahnya sambil merambah jualan online. Media jejaring sosial dan website pernah digunakan untuk promosi namun hasilnya tidak signifikan. Menurut Dina, meraih kepercayaan konsumen melalui kedua media itu sulit. Hingga akhirnya Dina menemukan Tokopedia dan membuat akun Dina Wallsticker. Dina mendapatkan pelanggan online pertamanya di Tokopedia selang 3 hari kemudian. Hal ini lah yang membuat Dina yakin bahwa lebih mudah mendapatkan pelanggan melalui Tokopedia.

Ketika ditanya bagaimana Dina bisa meraup untung belasan juta dari jualan wall sticker lewat akun Tokopedia, berikut tips yang diberikannya.
  1. Manfaatkan fitur Promote Akun setiap satu jam sekali karena fasilitas ini gratis dan efektif.
  2. Beri judul produk sedetail mungkin supaya ketika ada yang mencari dengan kata kunci yang memuat salah satu judul produk maka produk kita akan muncul.
  3. Fokus dan kerja keras. Ada waktu dan usaha yang harus dibayar untuk mendapatkan keuntungan tersebut. Mata panda sudah menjadi keseharian Dina karena kalau sudah mengatur tokonya di Tokopedia dan merespon pelanggan, Dina bisa sampai subuh melakoninya.
Dina juga berpesan bahwa "Orang yang mau berusaha dan selalu sabar dalam menghadapi kehidupan, pada akhirnya pasti akan meraih kesuksesan.” Terbukti bahwa meski Dina adalah orang yang sebelumnya tidak tahu cara berjualan online dan tinggal di desa yang minim internet bisa meraup untung belasan juta rupiah dari jualan wallsticker.Kisah inspiratif Dina Sri Agustin ini juga bisa dilihat di video berikut.





Comments

  1. Ini salah satu inovasi, meski didesa tetap bisa menjual online sehingga menjangkau pengunjung lebih banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mbak, salut dengan keyakinan dan kegigihannya

      Delete
  2. Kadang aku pgn jd reseller saja. Hehehe

    ReplyDelete
  3. Kadang aku pgn jd reseller saja. Hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket