Monday, October 19, 2015

Tips Memperbesar Pemasukan dengan Mensiasti Pajak

Monday, October 19, 2015
Sebagai warga negara yang baik, setiap orang memiliki kewajiban membayar pajak atas penghasilan yang diperoleh, utamanya para pegawai dan pengusaha. Banyak orang berfikir bahwa pajak akan mengurangi pemasukan hingga melakukan berbagai cara untuk memanipulasi data sehingga hanya membayar pajak lebih sedikit dari yang seharusnya.
sumber gambar disini
Padahal jika mau dipelajari lebih lanjut, Zeti  Arina yang merupakan seorang Konsultan Pajak memberikan informasi bahwa ada lho Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Kabar gembiranya lagi Pemerintah  melalui Peraturan menteri Keuangan Nomer 122/PMK.010/2015 tentang Penyesuaian Besarnya Penghasilan Tidak Kena Pajak tanggal 29 Juni 2015, menaikkan batasan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp 36 juta bagi wajib pajak dengan status tidak kawin tanpa tanggungan. Jika status kawin dan memiliki 3 anak maka batas PTKP menjadi 48 juta setahun. Itu artinya menjadi keuntungan bagi pegawai karena PTKP naik tentu saja pajak yang dipotong lebih kecil sehingga gaji yang diterima lebih besar.


Tujuan pemerintah menaikkan PTKP adalah mendorong daya beli masyarakat supaya perekonomian kembali bergairah karena ada kenaikan daya beli dari para pegawai/pekerja setelah adanya kenaikan BBM, TDL listrik dan kenaikan harga barang serta perlambatan ekonomi yang berimbas memperlemah daya beli masyarakat. Dengan adanya kenaikan PTKP, harapannya jumlah pemotongan pajak menjadi berkurang dan pemasukan masyarakat menjadi lebih besar.

Mengingat PMK baru dikeluarkan tanggal 29 Juni dan berlaku surut maka bagi yang sudah dipotong pajak penghasilan sebelumnya yaitu bulan Januari sd Juni akan dihitung ulang oleh perusahaan tempat bekerja. Kelebihan potongannya akan dikompensasikan mulai bulan Juli sehingga bisa saja bulan Juli tidak dipotong pajak karena sudah ada kelebihan potong di bulan sebelumnya.

sumber gambar kp2kpsumenep.wordpress.com
Jika ada wajib pajak yang mengurangi laporan penghasilan, misalnya penghasilan di atas 3jt namun mengaku dibawah sehingga tidak kena pajak sesungguhnya malah merugi. Bagi pegawai tentunya tidak bisa mengurangi laporan penghasilannya karena otomatis pajaknya akan dipotong oleh perusahaan tempat bekerja, tetapi bagi perusahaannya masih memungkinkan. Mengapa merugi? Biaya gaji itu ibarat dua mata pisau, kalau biaya gajinya dikecilkan tentunya pajak yang dipotong dari pegawai juga kecil tetapi biaya yang dapat dikurangkan di laporan keuangannya sebagai dasar pembuatan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan Badan nya akan kecil juga, akibatnya untungnya makin besar dan pajak badannya juga makin tinggi, malah rugi bukan.

1 comment :

  1. Mampir nih mbak Fenny, hehe... Salam kenal!

    Heru S.

    ReplyDelete