Custom Pages

Thursday, November 19, 2015

4 TIPS AGAR ANAK MAU MENDENGARKAN ORANG TUA

Thursday, November 19, 2015
Ketika Al mulai menginjak usia 10 bulan, Fenny sudah merasakan tidak nyaman karena terlalu sering mengatakan, “Jangan! Bla bla bla ….”. Ditingkahi dengan ekspresi Al yang pasti akan melongo memandangi ibunya membuat Fenny merasa jengah. Fenny merasa harusnya ada cara yang lebih baik ketika menghadapi Al yang sudah bisa bereksplorasi dengan merangkak.

Suatu hari saat Fenny berselancar di facebook,ada salah seorang teman yang menandai Fenny dengan poster acara yang berkaitan dengan workshop parenting, “Tips agar Anak Mau Mendengarkan Anda”, demikian judul acara yang tertera. Seketika itu juga Fenny menyadari ini lah yang akan menjawab keresahan tentang komunikasi ibu dan anak. Beruntung Fenny berteman di facebook dengan orang yang menjadi kontak person acara, bahkan beliau mau memberikan talangan dana karena Fenny tidak bisa transfer sebesar Rp 25.000,- via atm. Terima kasih mbak Qq, bunda Rayyis.



Monday, November 16, 2015

Perlukah Revaluasi Aset Terkait dengan Kebijakan Ekonomi Jilid V?

Monday, November 16, 2015
Sebagaimana tujuan dari paket kebijakan sebelumnya, revaluasi asset dimaksudkan untuk menggairahkan perekonomian. Diketahui bahwa dengan adanya perlambatan ekonomi banyak perusahaan yang merugi bahkan modalnya negatif. Harapannya dengan revaluasi asset dapat mempercantik posisi neraca karena akan ada penyesuaian nilai asetnya dari nilai perolehan menjadi nilai pasar. Lalu bagaimana revaluasi asset terkait dengan kebijakan ekonomi jilid V ddiberlakukan? Bagaimanakah kelebihan dan kekurangannya bagi wajib pajak yang bisa mempengaruhi keputusan perlu atau tidak revaluasi asset?

sumber gambar disini

Thursday, November 12, 2015

Pahlawanku, Dewasa Sebelum Waktunya

Thursday, November 12, 2015
"Tadi Al ga da temennya, adek pijet?"
Ekspresi wajah Al yang girang setelah melihat adeknya pulang namun bertanya dengan nada penuh tanda tanya membuat saya langsung tergugu. Saya langsung menghentikan aktivitas dan merengkuh Al. Al begitu menikmati pelukan saya meski kini sorot matanya semakin penuh dengan tanda tanya. Mungkin dia heran mengapa tiba-tibanya ibunya melow.

Bagaimana tidak jika pertanyaan sederhana itu membuat saya terlempar ke jurang rasa bersalah. Bukan pertama kali Al saya tinggal bersama kakek neneknya untuk urusan pekerjaan. Namun baru pertama kali ini anak pertama saya itu mengungkapkan pernyataan bahwa dia kesepian. Hal itu saya ketahui dari cerita si kakek yang menemaninya seharian. Pagi tadi saya memang meninggalkannya untuk menghadiri acara gathering blogger. Acara yang sebenarnya tidak terlalu urgent untuk saya hadiri. Acara yang sekedar untuk memuaskan kerinduan saya kopdar bersama blogger yang ternyata membuat saya menjadi terasa begitu egois hari ini.


Sunday, November 8, 2015

Mengenali Gejala Muntah dan Diare Pasca Demam

Sunday, November 8, 2015
Genap sudah tiga hari Fenny berkutat dirumah. Tidak bekerja. Tidak pula beraktivitas di luar rumah kecuali untuk memberli keperluan. Meskipun demikian Fenny tidak bersantai ria. Malahan Fenny harus berjaga pagi siang malam sampai pagi lagi. Sungguh tidak mudah berjaga nonstop apalagi begadang untuk tipe tukang tidur seperti Fenny. Kalau berjaga siang masih OKE, kalau malam seringnya KO.

Al yang pagi harinya sehat dan ceria tiba-tiba rewel di malam pertama. Badannya panas dengan batuk kering namun juga ada tanda-tanda pilek. Usut punya usut ternyata saat sore hari sepulang menonton karnaval 17 Agustusan di depan kantor Bupati, Al “mencuri” minum es teh milik si Tante. Kondisi badan capek dan kemungkinan es teh yang kurang higienis membuat ketahanan tubuh Al langsung drop. Walhasil Al terus menempel ke Fenny dengan badan panas tinggi. Dengan metode skin to skin, Fenny berharap panas badan Al bisa turun.

Wednesday, November 4, 2015

Membina Ribuan Perempuan Lewat Training Online, Mengapa Tidak?

Wednesday, November 4, 2015
Baru-baru ini Fenny menghadiri sebuah kelas training offline yang berlangsung di kota Jogja. Trainer yang notabene memang sering mengadakan training offline mengajukan sebuah pertanyaan tentang training online yang beberapa waktu terakhir Fenny ikuti. Mulai dari sistem kelas sampai bagaimana memastikan seluruh peserta paham dan praktek. Selama ini training memang identik dengan kelas offline dimana memang partisipasi aktif peserta bisa langsung terpantau. Namun seiring perkembangan jaman, mengapa tidak training online diadakan? Inilah yang menjadi sorotan writer business specialist, Indari Mastuti. Bahkan dari training online ini, baik peserta dan pemateri malah bisa berada dari dan dimana saja. Pengalaman dari beberapa training online yang diadakan Indscript Training Center, pesertanya bisa menjangkau hingga ke pelosok Nusantara. Lalu bagaimana CEO Indscript Creative ini mengasuh training online?

sumber gambar indari.blogspot.com