Wednesday, November 4, 2015

Membina Ribuan Perempuan Lewat Training Online, Mengapa Tidak?

Wednesday, November 4, 2015
Baru-baru ini Fenny menghadiri sebuah kelas training offline yang berlangsung di kota Jogja. Trainer yang notabene memang sering mengadakan training offline mengajukan sebuah pertanyaan tentang training online yang beberapa waktu terakhir Fenny ikuti. Mulai dari sistem kelas sampai bagaimana memastikan seluruh peserta paham dan praktek. Selama ini training memang identik dengan kelas offline dimana memang partisipasi aktif peserta bisa langsung terpantau. Namun seiring perkembangan jaman, mengapa tidak training online diadakan? Inilah yang menjadi sorotan writer business specialist, Indari Mastuti. Bahkan dari training online ini, baik peserta dan pemateri malah bisa berada dari dan dimana saja. Pengalaman dari beberapa training online yang diadakan Indscript Training Center, pesertanya bisa menjangkau hingga ke pelosok Nusantara. Lalu bagaimana CEO Indscript Creative ini mengasuh training online?

sumber gambar indari.blogspot.com
Ibu dua anak ini mengkhususkan diri untuk membidik perempuan melalui training online. Training online terbukti mampu memfasilitasi perempuan untuk belajar sambil tetap bisa mengerjakan lain. Bahkan para perempuan itu tidak perlu mengeluarkan ongkos akomodasi karena tidak perlu meninggalkan rumah. Cukup dengan perangkat yang terkoneksi dengan internet. Bahkan baru-baru ini, ITC juga mengadakan voice training online dengan media chat yang cukup diikuti melalui smartphone. Harapan Indari Mastuti adalah bisa membina ribuan perempuan melalui training online sehingga memiliki kemampuan berbisnis dan menulis dari rumah. Menurut Indari, perempuan adalah sentral dari kehidupan rumah tangga yang menjadi tempat anak-anak belajar pertama kali.


Demi mewujudkan harapannya, Indari Mastuti telah mengadakan training online seperti Banjir Order Tiap Hari, Bikin FB personal jadi nominal, Omzet 100 juta/bulan gimana?, Mau banjir order tiap hari? Ini caranya, Bikin Pelanggan Jadi Penjual, Membangun Konsumen Loyal, 1 Bulan Naik Omzet! Bisa! , 10 Rahasia Jualan tetap Laku, Konsep Iklan Agar Banjir Pesanan, dan masih banyak lagi.

Bagi perempuan yang sudah menulis lebih dari 50 judul buku ini, ada ciri khas tersendiri ketika mengadakan training online.  Prinsipnya dari perempuan untuk perempuan. Tak heran jika kemudian pengajar hingga pesertanya pun perempuan. Untuk memastikan keaktifan peserta dalam hal praktek, pengajar pasca training tetap mengedukasi, memberikan layanan, membuka komunikasi, dan diskusi 24 jam melalui inbox online. Hal ini seringkali memberikan efek hubungannya dengan peserta berlanjut secara personal. 

Kefektifan training online juga dilihat dari manfaat yang diperoleh para peserta. Peserta mengakui mengalami peningkatan dalam manajemen bisnis yang makin kompak, manajemen keuangan yang teratur, manajemen waktu, sistem pemasaran usaha juga lebih terarah. Bahkan ada salah satu peserta training yang omzetnya naik 100 %. Pantas saja, kini setiap mengadakan training online selalu jumlah pesertanya kian meningkat. 

Mengadakan training online bukan berarti tanpa kendala. Mentor online dengan ratusan peserta yang tidak bertatap muka secara langsung tentu perlu trik khusus agar peserta terlibat aktif selama pelatihan. Mengajukan pertanyaan dan memantau perkembangan bisnis peserta menjadi trik perempuan yang pernah menjadi juara 2 Wirausaha Muda Mandiri tahun 2012 untuk memancing keaktifan peserta.



Kini di bulan November sudah diadakan dan dijadwalkan beberapa training yang berlangsung tiap minggunya. Bahkan ITC telah menyiapkan jadwal training online untuk tahun 2016. Dengan teknologi, Indari Mastuti berharap bisa mencerdaskan perempuan hingga bisa melesatkan bisnisnya dan bisa mendampingi perempuan untuk maju. Jadi mengapa tidak membina ribuan perempuan melalui training online?

2 comments :

  1. Wih, semangat Mbak semoga semakin banyak berkahnya ^^

    ReplyDelete
  2. Semangat selalu bu Guru ...Sukses ya

    ReplyDelete