Custom Pages

Thursday, January 28, 2016

Benarkah Pelaku Bisnis Online Akan Dikenai Pajak?

Thursday, January 28, 2016
Ketika menghadiri Pesta Wirausaha Bandung 2015 tahun lalu, isu yang sempat menjadi pembicaraan saya dan beberapa teman yang juga menggeluti bisnis online adalah isu tentang pajak yang akan diberlakukan bagi pelaku bisnis online. Tentunya ini menjadi pembicaraan hangat namun sensitif. Sebagaimana diketahui bahwa pajak memang menjadi salah satu yang seringkali membuat para pengusaha baik yang skala nasional, UKM maupun start up menjadi kebat kebit. Bagaimana tidak jika untuk bertahan saja terkadang masih kembang kempis tapi sudah dibayangi potongan sekian persen dari omset. Tapi benarkah isu tersebut?

Daripada tebak-tebak manggis, salah tebak bisa meringis maka saya memutuskan untuk bertanya kepada bu Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant yang bergelut di bidang perpajakan. Menurut informasi beliau, sebenarnya dari dulu bisnis online seharusnya juga sudah dikenai pajak. Pada dasarnya bisnis online sama dengan perdagangan biasa. Hanya saja pemasarannya dilakukan secara online. Karena itu adalah hal yang wajar jika bisnis online juga dikenai pajak. 

Dirunut dari informasi yang tertulis di portal online Republika, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, penarikan pajak dari setiap transaksi bisnis online perlu diseriusi guna menciptakan rasa keadilan. Jika yang dagang offline saja dipungut pajak, demikian pula dengan dagang online. Pernyataan ini sejalan dengan pemikiran konsultan pajak yang juga menjadi Ketua IKAPI Surabaya diatas. 

Ketika saya tanya tentang aturannya, Zeti Arina menjawab bahwa aturannya hampir sama seperti halnya pajak penghasilan. Meski masih disiapkan regulasi terkait pajak online, aturan ini sebenarnya sudah ditetapkan dalam surat edararan Direktur Jenderal Pajak SE-62/PJ/2013 tentang Penegasan Ketentuan Perpajakan atas Transaksi e-commerce. Hanya saja saat ini masih dikaji ulang supaya tidak mematikan kegiatan perekonomian yang sedang diminati ini.

Zeti Arina juga menginformasikan bahwa semua kriteria bisnis online yang akan dikenai pajak akan disesuaikan dengan aturan yang berlaku. Besarannya bisa mengacu pada peraturan Pengusaha Kena Pajak (PKP) atau memakai aturan PP No 46/2013 dimana dikenakan pajak satu persen. Selebihnya tentu menunggu pengumuman peratusan resmi terkait pajak bisnis online. Semoga pemberlakukan pajak bisnis online ini tidak memberatkan pelaku bisnis online seperti saya dan teman-teman sekalian.

Saturday, January 23, 2016

Mantan Wartawan Televisi Swasta ini Beralih Ke Dunia Anak, Siapakah Dia?

Saturday, January 23, 2016
“Fenny, teteh ternyata ada bentrokan acara. Acara besok sama temen Teteh aja ya. Teteh dah biasa kerjasama dengan dia”
Saya melongo. Pemberitahuan yang terdengar santai disampaikan itu berdebum dalam pikiran saya. Itu artinya acara yang sudah matang kembali di mentahkan. Lebih-lebih nantinya akan diurus bersama orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Bagaimana ini? Promosi acara sudah digaungkan jauh-jauh hari. Kalau mundur sudah kepalang basah. Saya pun mengiyakan meski suara tersangkut di kerongkongan. Untungnya pembicaraan itu dilakukan via chat jadi tidak terlalu dramatis suasananya, ihiks …

Setelah di perkenalkan melalui chat group jejaring sosial, pembahasan tentang acara pun berlanjut. Lancar meski citra pertama yang saya tangkap tentang partner baru itu cenderung kalem. Saking kalemnya jadi ketika saya belum sampai di tempat acara meski jam sudah lewat tapi saya tidak di hubungi, hahaha Gara-gara keasyikan ngobrol sama pemilik homestay tempat saya transit di Bandung neh.