Skip to main content

Ika Koentjoro, Jalan-Jalan Ke Luar Negeri Berkat Makanan Ringan

“Mbak, mau tidak menulis bareng Fenny? Temanya travelling tentang museum.”

Kurang lebih begitulah saat saya nodong mak Ika Koentjoro untuk kolaborasi menulis naskah buku. Saat itu saya sedang menggarap naskah buku bertema referensi perjalanan khusus museum. Saya berencana mengulas museum di tiga kota. Alih-alih mengerjakan sendiri, saya terfikirkan untuk trio saja. Rencananya tiap kota satu penulis. Saya memilih mak Ika karena sepengetahuan saya bahwa mak Ika suka jalan-jalan dan tinggal di kota yang saya pilih untuk diulas museum-museumnya yaitu Yogyakarta.



Syukurlah mak Ika bersedia. Pembicaraan berlanjut ketika kami bertemu di sebuah lomba review restoran di Yogyakarta. Mak Ika nampak lincah dengan kamera yang dikalungkan di leher. Disitulah saya baru tahu ternyata mak Ika jalan-jalan ke luar negeri berkat usaha distributor makanan ringan. Jalan-jalan ke luar negeri itu reward atas pencapaian penjualan usaha mak Ika. Wow, bisa kebayang dong omset usahanya berapa sampai dapat reward jalan-jalan keluar negeri.

Kepiawaian mak Ika di bidang fotografi ternyata lebih ke arah food photography. Demi hobinya memotret makanan, mak Ika sampai membuat blog khusus food photography. Boleh lho ngulik blognya disini. Tak salah juga jika kemudian mak Ika yang menjadi juara di loma review restoran. Baru-baru saja bahkan mak Ika berbagi ilmu food photography dalam acara Arisan Ilmu KEB Yogyakarta. Sayang saat iu saya tidak bisa ikut karena bertubrukan dengan acara bedah buku kami bertiga di Semarang.



Oh ya, akhirnya buku kami bertiga terbit lho. Meski waktu yang saya berikan terbatas, kurang lebih hanya 1,5 bulan tapi mak Ika berhasil menyelesaikan di sela-sela aktivitasnya sebagai pengusaha, blogger dan kewajibannya dalam rumah tangga. Bersama mak Muna Sungkar yang juga seorang blogger seperti kami berdua, buku 3 Emak Gaul Keliling 3 Kota garapan trio blogger sudah beredar di toko buku seluruh Indonesia. Kami bertiga juga pernah bedah buku bertiga di Gramedia Solo Square, Solo.


Bagi saya, mak Ika adalah sosok yang ramah. Perjumpaan pertama saya dengan mak Ika terjadi ketika kami halal bi halal KEB Yogyakarta. Saya yang duduk bersisian dengan mak Ika jadi lebih banyak ngobrol. Meski belum pernah ketemu sebelumnya, mak Ika dengan senang hati ngobrol dengan saya.

Saat pulang bersama dari acara bedah buku di Solo, mak Ika mengaku bukanlah orang yang percaya diri. Cenderung tidak berani ambil resiko katanya. Makanya mak Ika belum percaya diri unuk mengadakan bedah buku kami di Jogja sedangkan saya dan mak Muna sudah mengadakan di Solo dan Semarang. Padahal kalau dilihat dari kesuksesan usaha mak Ika di bidang distributor makanan itu menjadi bukti bahwa mak Ika punya kemampuan lebih. Belum lagi totalitas mak Ika ketika beberapa kali menjadi coordinator acara KEB Yogyakarta. Acara KEB terbilang sukses bahkan Arisan Ilmu KEB Yogyakara bulan Januari kemarin ramai. Hmmm…seperti bisa di semangati lagi neh untuk mengadakan bedah buku 3 Emak Gaul Keliling 3 Kota di Yogyakarta.

Dari situlah saya belajar bahwa meski terlihat kalem bukan berarti seseorang memiliki kapasitas yang terbatas. Mak Ika membuktikan dirinya bisa melakukan yang terbaik. Totalitas mak Ika dalam mengemban tanggung jawab dan amanah cukup diperlihatkan dalam tindakan dan hasil akhir. Salut deh dengan ibu dua anak yang jago berbisnis, pintar fotogrofi dan menulis serta aktif berkomunitas ini.

Comments

  1. Wah kaliaaann kerreenn beuuddd.. Emak emak hebat semuanya...

    ReplyDelete
  2. Wah kaliaaann kerreenn beuuddd.. Emak emak hebat semuanya...

    ReplyDelete
  3. Aku masih punya hutang buat ngadain bedah buku di Jogja

    ReplyDelete
  4. keren ya mbak dengan nulis bisa sampai ke LN

    ReplyDelete
  5. Mak ika kalem menghanyutkan hingga ke hilir dan muara persahabatan

    ReplyDelete
  6. wah ber 3 emang keren. Sukses bukunyaaa

    ReplyDelete
  7. iya keren2 semua, kmrn sempat kepo di FBnya mak Ika....domisili di Jogja, eeeh bener yg ngisi arisan ilmu di Jogja ternyata yah.
    Semuanya keren sih, sukses ya buat kita semua ^^

    ReplyDelete
  8. Ayooo, Mak Fenny, bikin acara bedah bukunya. Kalau belum memungkinkan untuk kalangan luas, siapa tahu bisa dimasukkan ke agenda Arisan Ilmu KEB Jogja. *ngarep :)))

    ReplyDelete
  9. keren pokoe...sukses untuk semua ya....

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket