Thursday, February 18, 2016

Ika Koentjoro, Jalan-Jalan Ke Luar Negeri Berkat Makanan Ringan

Thursday, February 18, 2016
“Mbak, mau tidak menulis bareng Fenny? Temanya travelling tentang museum.”

Kurang lebih begitulah saat saya nodong mak Ika Koentjoro untuk kolaborasi menulis naskah buku. Saat itu saya sedang menggarap naskah buku bertema referensi perjalanan khusus museum. Saya berencana mengulas museum di tiga kota. Alih-alih mengerjakan sendiri, saya terfikirkan untuk trio saja. Rencananya tiap kota satu penulis. Saya memilih mak Ika karena sepengetahuan saya bahwa mak Ika suka jalan-jalan dan tinggal di kota yang saya pilih untuk diulas museum-museumnya yaitu Yogyakarta.



Syukurlah mak Ika bersedia. Pembicaraan berlanjut ketika kami bertemu di sebuah lomba review restoran di Yogyakarta. Mak Ika nampak lincah dengan kamera yang dikalungkan di leher. Disitulah saya baru tahu ternyata mak Ika jalan-jalan ke luar negeri berkat usaha distributor makanan ringan. Jalan-jalan ke luar negeri itu reward atas pencapaian penjualan usaha mak Ika. Wow, bisa kebayang dong omset usahanya berapa sampai dapat reward jalan-jalan keluar negeri.

Kepiawaian mak Ika di bidang fotografi ternyata lebih ke arah food photography. Demi hobinya memotret makanan, mak Ika sampai membuat blog khusus food photography. Boleh lho ngulik blognya disini. Tak salah juga jika kemudian mak Ika yang menjadi juara di loma review restoran. Baru-baru saja bahkan mak Ika berbagi ilmu food photography dalam acara Arisan Ilmu KEB Yogyakarta. Sayang saat iu saya tidak bisa ikut karena bertubrukan dengan acara bedah buku kami bertiga di Semarang.



Oh ya, akhirnya buku kami bertiga terbit lho. Meski waktu yang saya berikan terbatas, kurang lebih hanya 1,5 bulan tapi mak Ika berhasil menyelesaikan di sela-sela aktivitasnya sebagai pengusaha, blogger dan kewajibannya dalam rumah tangga. Bersama mak Muna Sungkar yang juga seorang blogger seperti kami berdua, buku 3 Emak Gaul Keliling 3 Kota garapan trio blogger sudah beredar di toko buku seluruh Indonesia. Kami bertiga juga pernah bedah buku bertiga di Gramedia Solo Square, Solo.


Bagi saya, mak Ika adalah sosok yang ramah. Perjumpaan pertama saya dengan mak Ika terjadi ketika kami halal bi halal KEB Yogyakarta. Saya yang duduk bersisian dengan mak Ika jadi lebih banyak ngobrol. Meski belum pernah ketemu sebelumnya, mak Ika dengan senang hati ngobrol dengan saya.

Saat pulang bersama dari acara bedah buku di Solo, mak Ika mengaku bukanlah orang yang percaya diri. Cenderung tidak berani ambil resiko katanya. Makanya mak Ika belum percaya diri unuk mengadakan bedah buku kami di Jogja sedangkan saya dan mak Muna sudah mengadakan di Solo dan Semarang. Padahal kalau dilihat dari kesuksesan usaha mak Ika di bidang distributor makanan itu menjadi bukti bahwa mak Ika punya kemampuan lebih. Belum lagi totalitas mak Ika ketika beberapa kali menjadi coordinator acara KEB Yogyakarta. Acara KEB terbilang sukses bahkan Arisan Ilmu KEB Yogyakara bulan Januari kemarin ramai. Hmmm…seperti bisa di semangati lagi neh untuk mengadakan bedah buku 3 Emak Gaul Keliling 3 Kota di Yogyakarta.

Dari situlah saya belajar bahwa meski terlihat kalem bukan berarti seseorang memiliki kapasitas yang terbatas. Mak Ika membuktikan dirinya bisa melakukan yang terbaik. Totalitas mak Ika dalam mengemban tanggung jawab dan amanah cukup diperlihatkan dalam tindakan dan hasil akhir. Salut deh dengan ibu dua anak yang jago berbisnis, pintar fotogrofi dan menulis serta aktif berkomunitas ini.

10 comments :

  1. Wah kaliaaann kerreenn beuuddd.. Emak emak hebat semuanya...

    ReplyDelete
  2. Wah kaliaaann kerreenn beuuddd.. Emak emak hebat semuanya...

    ReplyDelete
  3. Aku masih punya hutang buat ngadain bedah buku di Jogja

    ReplyDelete
  4. keren ya mbak dengan nulis bisa sampai ke LN

    ReplyDelete
  5. Mak ika kalem menghanyutkan hingga ke hilir dan muara persahabatan

    ReplyDelete
  6. wah ber 3 emang keren. Sukses bukunyaaa

    ReplyDelete
  7. iya keren2 semua, kmrn sempat kepo di FBnya mak Ika....domisili di Jogja, eeeh bener yg ngisi arisan ilmu di Jogja ternyata yah.
    Semuanya keren sih, sukses ya buat kita semua ^^

    ReplyDelete
  8. Ayooo, Mak Fenny, bikin acara bedah bukunya. Kalau belum memungkinkan untuk kalangan luas, siapa tahu bisa dimasukkan ke agenda Arisan Ilmu KEB Jogja. *ngarep :)))

    ReplyDelete
  9. keren pokoe...sukses untuk semua ya....

    ReplyDelete