Friday, March 11, 2016

Berikut 8 Langkah Mudah Menghitung Pajak Pribadi & Manfaat Melunasinya di Bulan Maret Ini

Friday, March 11, 2016
Tahukah Anda bahwa ada kewajiban pajak yang harus dilakukan hingga akhir Maret 2016 ini? Pajak yang dimaksudkan adalah pajak pribadi yang dilaporkan setiap tanggal 31 Maret. Zeti Arina selaku konsultan pajak terus memberikan edukasi agar wajib pajak tidak terlambat membayar pajak karena akan merugikan diri sendiri.


Orang yang mendapatkan penghasilan, baik sebagai direktur di satu atau banyak perusahaan, pemegang saham, komisaris, pegawai di tingkatan apapun (menengah maupun bawah), hingga pekerja mandiri adalah orang yang masuk kriteria Wajib Pajak Pribadi. Sedangkan jenis pekerja mandiri yang mendapat kewajiban pajak diantaranya dokter, notaris, pengacara dan lain-lain.

Wajib pajak pribadi melaporkan beberapa jenis penghasilan dalam SPT yang meliputi:

1. Penghasilan dari usaha (seperti berdagang, memproduksi barang, dll), dan penghasilan dari pekerjaan bebas (profesi tertentu seperti dokter, pengacara, notaris/PPAT, konsultan, dll), serta penghasilan menjadi pegawai. Pemeriksa akan mengecek terlebih dahulu angka-angka yang tercantum di SPT.

2. Investasi dalam bentuk saham, tabungan, deposito, sewa, hak kekayaan inteketual, properti, dll (jika memiliki). Penghasilan yang diperoleh dari berbagai jenis investasi itu adalah dividen (atau pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki), bunga, royalti, atau capital gain (atau laba yang diperoleh dari investasi dalam surat berharga atau efek, seperti saham, obligasi atau dalam bidang properti, dimana nilainya melebihi harga pembelian). Untuk itu, pemeriksa akan meminta berbagai dokumen dan informasi yang berkaitan dengan bukti-bukti kepemilikan.

3. Daftar Biaya Hidup atau daftar yang berisi rincian selama periode tertentu, yang umumnya adalah bulanan. Di dalamnya Anda harus mengisikan jumlah rata-rata dari pengeluaran untuk makan dan minum, telepon/komunikasi, listrik, air, transport/BBM, langganan koran/majalah, dan semua biaya lain yang dikeluarkan secara rutin. Pemeriksa akan menilai keseimbangan antara pengeluaran dengan penerimaan. Logikanya, pajak yang harus Anda bayar tergantung besarnya penghasilan yang sesungguhnya. Kecuali Anda memiliki pengeluaran besar sementara penghasilan kecil karena memperoleh hibah atau warisan. Namun, pemeriksaan ini tidak diperlukan untuk orang yang berkategori jetset atau super kaya.

Bagi yang belum tahu cara menghitung pajak pribadi, Zeti Arina, CEO Arta Raya Consultant, menginformasikan 8 langkah berikut.
  1. Hitung penghasilan bruto setiap bulan. Penghasilan bruto itu mencakup gaji pokok, tunjangan dan premi jaminan yang sifatnya dibayar teratur, uang lembur, uang perjalanan dinas, bonus, uang cuti.
  2. Hitung total pengurangan. Antara lain biaya jabatan (sekitar 5% dari gaji pokok), iuran pensiun (sekitar 2 % dari gaji pokok), iuran Jaminan Hari Tua, (sekitar 5.7 % dari gaji pokok dengan 3.7 % ditanggung perusahaan dan 2 % ditanggung pekerja).
  3. Hitung penghasilan bersih sebulan, dengan cara angka hasil nomer 1 dikurang angka hasil nomer 2.
  4. Hitung penghasilan bersih setahun. Caranya angka hasil nomor 3 dikalikan 12.
  5. Hitung penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Tergantung status wajib pajak apakah belum kawin, kawin dan belum punya anak (K-0), kawin dan punya anak 1 (K-1), kawin dan punya anak dua (K-2), dan kawin dan punya anak 3 (K-3).
  6. Hitung penghasilan kena pajak. Caranya angka hasil nomor 4 dikurangi angka hasil nomer 5.
  7. Hitung pajak penghasilan pribadi. Beberapa tarif pajak pribadi adalah 5% bagi yang dibawah 50 juta, 15% bagi yang 50-250 juta, 25% bagi yang 250-500 juta, dan 30% bagi yang diatas 500 juta.
  8. Hasil angka nomor 7 dibagi 12.
Setelah mengetahui cara menghitung pajak pribadi, Anda yang bersiap membuat laporan pajak harus menyiapkan beberapa berkas. Berkas yang perlu disiapkan diantaranya bukti pengasilannya dari mana saja, misalnya bukti potong 1721 A1 bila karyawan sebuah perusahaan. Formulir 1721-A1 sendiri adalah bukti bahwa seseorang yang berstatus pegawai telah membayar pajak dari penghasilan yang diperoleh setiap bulan dalam satu tahunnya melalui pemberi kerja.

Wajib Pajak yang baru memiliki NPWP namun sudah memiliki penghasilan beberapa waktu sebelumnya juga diminta membuat laporan pajak. Tentunya wajib pajak hanya perlu melaporkan penghasilan sesuai tahun perolehan. Misalnya penghasilan tahun 2015 maka dilaporkan tahun 2015. Laporan itu akan dikoreksi dan akan ada sanksi atau denda jika kurang bayar.

Zeti Arina mendorong wajib pajak pribadi untuk segera melunasi sebelum tanggal 31 Maret nanti. Jika tidak, wajib pajak pribadi akan dikenai sanksi administrasi 100 ribu plus sanksi bunga 2% sebulan atas kurang bayarnya karena keterlambatan membayar. Kabar gembira untuk yang membayar tepat waktu maka  tagihan kurang bayarnya hanya Rp100.000,-.

2 comments :

  1. Wah makasih ya makfen dan mba zeti, infonya manfaat.

    ReplyDelete
  2. tips yang bagus mba..diperpanjang ampe april katanya :)

    ReplyDelete