Skip to main content

Inilah Mengapa Sebaiknya Memiliki Dana Pensiun Sejak Dini

“Itu ada tes CPNS. Ikut dong. Kalau diterima khan enak. Gaji tiap bulan aman, pensiun pun masih terima gaji”
Begitulah selalu yang ibu sampaikan pada saya sejak saya lulus kuliah. Terhitung sudah hampir 4 kali semenjak saya lulus kuliah 4 tahun yang lalu. Semenjak saya merasakan bahwa ternyata menjadi pegawai itu tidak enak, dalam artian harus berangkat pagi pulang sore setiap hari dalam waktu yang sama, saya memutuskan memang tidak ingin menjadi PNS. Terlebih sebelum lulus saya sudah menikah dan ketika wisuda saya sudah hamil. Semakin lengkap sudah alasan saya untuk tidak mendaftar jadi PNS. Setidaknya hingga saat ini keputusan saya belum berubah. Saya menikmati menjadi freelancer sambil membangun usaha sendiri yang Insya Allah hasilnya bisa lebih banyak dibanding PNS, minimal setara dengan gaji ibu saya yang kini sudah golongan VI A.

sumber gambar disini
Salah satu hal penarik utama orang menjadi PNS adalah jaminan hari tua berupa gaji pensiun. Ibu saya yang kini memasuki usia kepala 5 sudah tak lama lagi pensiun. Dengan gaji pokok yang mencapai 4 juta lebih, kemungkinan uang pensiun yang ibu dapatkan tiap bulannya juga akan berkisar 3jutaan. Tapi siapa bilang masa tua dengan gaji pensiun itu aman? Mertua saya yang juga pensiunan pegawai negeri dan menerima uang pensiunan setiap bulannya juga bisa dibilang tidak berkecukupan. Setiap bulannya masih dicukupi oleh anak-anaknya.

Atas fakta tersebut, saya menyadari bahwa memang setiap orang sebaiknya memiliki dana pensiun. Orang yang memiliki dana pensiun saja masih kurang apalagi yang tidak sama sekali. Baru-baru ini saya mendapatkan informasi tentang perlunya dana pensiun secara lebih detail. Diantaranya adalah:

1. Inflasi
Harga kebutuhan bahan pokok naik dari tahun ke tahun. Harga beras tahun 2000 hanya brkisar pada harga Rp5.000,00 per kilo sedangkan kini berkisar di harga Rp10.000,-. Hampir 2 kali lipat dalam jangka waktu 5 tahun saja. Jika sekarang saya berumur 27 tahun dan anggap saja masa produktif saya hingga usia 55 tahun maka dalam selang waktu 18 tahun, bisa-bisa harga beras sudah 3 kali lipat dari harga sekarang. Itu baru beras, belum kebutuhan pokok yang lain.

2. Jumlah Anak
Orang tua jaman dahulu “berani” memiliki banyak anak. Ayah saya memiliki 9 saudara sedangkan ibu saya 5 saudara. Ketika menanggung biaya kebutuhan orang tua masing-masing, per anak tidak menanggung jumlah yang terlalu besar. Anggap saja kebutuhan orang tua sekitar 1 juta per bulan, jika dibagi berlima maka masing-masing hanya menanggung 200ribuan. Sedangkan saya sekarang memiliki 2 anak. Tentu kedua anak saya nantinya akan menanggung lebih banyak. Meski tak ada cita-cita untuk membebankan kebutuhan hari tua pada anak, setidaknya ini menjadi motivasi saya juga untuk mempersiapkan dana pensiun sejak sekarang.

3. Dana Kesehatan
Tak bisa dipungkiri dana kesehatan itu perlu. Penyakit tua yang sepele kadang biaya pengobatannya bisa jadi besar karena masa penyembuhan penyakit tua itu cenderung lama. Sekali lagi, jangan sampai anak nantinya harus menanggung biaya kesehatan kita juga.

Ketiga hal tersebut jika diperhitungkan secara matematika memberikan hasil kebutuhan dana pensiun yang cukup besar. Jika tidak dicicil dari sekarang, anggaran untuk dana pensiun setiap bulannya jadi semakin besar. 

Setelah menyadari akan kebutuhan untuk persiapan dana pensiun maka saya juga mempersiapkan dari sekarang. Tidak harus menjadi pegawai negeri. Pegawai swasta yang tidak mendapat jaminan hari tua, wiraswasta maupun freelancer seperti saya juga bisa memiliki dana pensiun. Cukup dengan mengikuti program dana pensiun dimana salah satunya yang disediakan oleh Astralife. Informasi lebih lengkapnya bisa diakses melalui website astralife.co.id.



Comments

  1. Menyiapkan masa pensiun sebelum datang saat pensiun.. Bener makfen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap, karena sebenarnya uang pensiun PNS itu juga dipotong dari gaji saat mereka masih aktif

      Delete
  2. waaaa... mbak fenny kereen, memutuskan jadi freelancer sejak awal dan juga mengantisipasi sejak dini... *jadi ikut ngitung dana pensiun

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cara Menyapih Anak Secara Alami

“Fen, bagi tips menyapih anak dong. Al dulu disapih khan pas hamil Sita?”, tanya salah satu teman sekolah via WA. Saya otomatis nyengir saat membaca pesan tersebut. Meskipun menyandang predikat ibu dari dua orang balita, saya masih NOL besar untuk pengetahuan sapih menyapih, apalagi cara menyapih anak agar tidak rewel. Memang saat hamil Sita, si kakak Al baru berusia 1,5 tahun. Namun Al sudah tidak menyusu jauh sebelum saya hamil Sita. Al sudah berhenti menyusu sejak usia 8 bulan. Tanpa paksaan dan tanpa drama. Justru saya yang “drama” ketika Al berhenti menyusu. Pasalnya saya masih berkeinginan untuk menyusui. Terlebih  ada kampanye yang gencar tentang menyusui dengan predikat lulus S1, S2 sampai S3. Seorang anak dikatakan lulus S3 kalau bisa mendapatkan ASI sampai usia 2 tahun. Perasaan bersalah dan tidak becus menyusui anak sempat menghantui saat itu. Beberapa kali juga saya mendapat pendapat negatif ketika tahu Al sudah tidak menyusu padahal belum genap satu tahun. Termasuk teman…

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.

Rahasia Instagram Marketing ala Vanilla Hijab, Pelopor Online Shop Hijab Warna Pastel

Assalamualaikum,  apakah ada yang menantikan tema postingan ini dengan tidak sabar? Hmmm …. bagi pembaca postingan tentang Vanilla Hijab sebelumnya, tentu tidak sabar bukan? Pasti antara gemes gemes penasaran rahasia apa dibalik kesuksesan Vanilla Hijab menggunakan media instagram untuk promosi produknya.

Baca juga: Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket