Custom Pages

Friday, August 18, 2017

Merajut Asa Menjadi Nyata Bersama Gendhis Bag

Friday, August 18, 2017

Gendhis Natural Bags, sebuah merek lokal yang gaungnya sudah melanglang buana. Sebelumnya saya hanya pernah membaca dari teman-teman media sosial yang mengagumi produk-produknya. Beberapa minggu yang lalu saya sempat menelusuri instagramnya dengan akun @gendhisbags dan @gendhis_store untuk mencari kado ulang tahun ibu. Beragam produk aksesoris, dompet dan tas dengan dominasi produk rajutan serta bahan alami tersedia dan siap kirim bagi siapa saja yang mengunjungi toko online maupun offline resmi.
Kesempatan untuk berkunjung langsung ke outlet Gendhis Bags di Yogyakarta pun datang. Bersama teman Emak-Emak Blogger Jogja yang bekerja sama dengan Gendhis Bags, saya mengikuti arisan ilmu dengan tema Kelas Merajut Pemula, Membuat Kantong HP. Meski sempat ada insiden kebablasan karena menumpang bus yang tidak bisa berhenti di depan outlet persis, Alhamdulillah saya bisa datang tepat waktu. Bahkan saya masih sempat berkeliling outlet melihat produk-produk yang di display. Melihat produk Gendhis Bags di catalog online maupun aslinya sama-sama cantik. Dijamin membuat hati kebat-kebit dan pengen borong.


Oulet Gendhis Bags terdiri dari dua lantai. Untuk lokasi belajar kelas merajut berada di lantai dua. Dengan posisi lesehan dan dikelilingi display produk, kami pun siap belajar merajut mimpi, eh kantong HP.


Mengenal Dasar-Dasar Merajut

Seperangkat alat merajut sudah disiapkan oleh pihak Gendhis Bag. Hakpen dan benang nilon cukup untuk memulai petualang dengan rajutan kali ini. Dua tutor yang sudah berpengalaman juga siap mengisi kelas merajut. Namanya ibu Win dan Ibu Rini. Ibu Rini sendiri sudah merajut sejak tahun 1998. Kini beliau aktif sebagai pengepul Gendhis Bag sekaligus tutor merajut yang memiliki jadwal mengajar. Beliau membagikan ilmunya pada warga sekitar dan siapapun yang memiliki niat untuk belajar merajut.

Kembali ke perangkat untuk merajut, ibu Rini menjelaskan bahwa ada beberapa jenis hakpen dan benang nilon. Jenis hakben sendiri dibedakan dengan penanda angka yang menunjukkan besar lekukan di ujung kanan kiri jarum. Sepintas seperti jarum goni tapi ada lekukan di kedua sisi. Besar kecilnya lekukan hakpen berfungsi untuk menyesuaikan besar kecilnya benang yang digunakan untuk merajut. Selain benang nilon, benang wool juga bisa digunakan untuk bahan rajutan. Biasanya benang nilon digunakan untuk produk dompet dan tas sedangkan benang wool lazim digunakan untuk sweater, syal dan lain-lain.


Awalnya peserta arisan ilmu dibagi menjadi dua kelompok dengan satu tutor untuk tiap kelompok. Kami memulainya dengan belajar memegang hakpen dan menempatkan benang. Setelah itu, mulailah kami belajar tentang teknik dasar merajut. Namanya teknik tusuk rantai dan tusuk tunggal. Untuk langkah-langkahnya bisa dilihat digambar berikut.



Ibu Rini bercerita bahwa ada 150 teknik merajut. WOW, banyak banget ya? Semua teknik tersebut biasanya dipelajari dalam tiga kali pertemuan dengan durasi sekitar 4 jam per pertemuan. Tentu saja jam terbang merajut lah yang akan menentukan kualitas rajutan. Meski tahu beragam teknik merajut tapi kalau tidak dipraktekan pasti akan sia-sia dan menguap begitu saja.

Walaupun baru belajar dua teknik dasar selama dua jam, ternyata bisa jadi juga kantong hp dompet kartu. Ini setelah dilanjutkan dirumah dalam waktu semalam, hahaha


Kira-kira, rajutanku dapat nilai berapa ini?

Berkarya Bersama Gendhis Bag

Diawal tadi, saya menyebutkan bahwa ibu Rini aktif menjadi pengepul Gendhis Bag. Hal ini karena beliau tidak hanya sekedar memiliki kemampuan merajut namun juga mengajar ketrampilan merajut. Dari sekian banyak murid beliau, ada yang kini turut memproduksi produk rajutan untuk Gendhis Bag. Dengan demikian, bu Rini bisa turut memberdayakan warga sekitar. Bahkan, emak-emak blogger yang tadi mengikuti arisan ilmu merajut juga mendapat tawaran untuk belajar lebih lanjut. Siapa tahu juga bisa ikut berkarya bersama Gendhis Bag.

Hasil produk rajutan ternyata sangat menjanjikan. Untuk produk dompet, Gendhis Bag memasang bandrol mulai dari harga 99K, sedangkan untuk produk tas mulai dari harga 299K bahkan ada yang jutaan. Model, ukuran dan teknik rajutan menentukan harga sebuah produk hasil rajutan. Ibu Rini mencontohkan beberapa produk tas yang menggunakan dua teknik yang berbeda dengan tingkat kemampuan perajut yang berbeda pula. Meski sama-sama cantik, tas dengan teknik rajut dasar yang bisa dikerjakan oleh perajut pemula dengan tas yang menggunakan teknik kombinasi tentu saja lebih mahal yang kombinasi.

Sepintas membuat produk rajutan terlihat rumit dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya. Namun ternyata tidak untuk seseorang yang sudah ahli merajut seperti ibu Win dan ibu Rini.  Bu Win hanya butuh waktu sehari untuk menyelesaikan satu tas model tote bag. Ibu Rini lebih canggih lagi. Seringkali beliau menyelesaikan satu model produk tas baru dalam semalam, terlebih jika harus ada produk baru untuk display atau pameran.

Proses belajar merajut di outet Gendhis Bag yang terletak di Ringroad Barat, Trihanggo, Sleman, Yogyakarta ini berlangsung seru. Tidak terasa sudah dua setengah jam. Semua peserta arisan ilmu merajut mengaku belum pernah belajar merajut sebelumnya. Meskipun demikian, banyak juga yang bisa menguasai teknik dasar sehingga sudah kelihatan bentuk produk usai belajar. Salah satunya mbak Eva dari Magelang yang berhak mendapatkan hadiah dari owner Gendhis Bag.


Selama proses belajar merajut.ada banyak sekali pelajaran dan filosofi yang dapat diambil, diantaranya:

  • Konsisten
Merajut satu tusukan demi satu tusukan untuk mendapatkan pola yang cantik tentu butuh konsistensi tersendiri. Bahkan jika ukuran lubang tidak sama bisa menyebabkan pola tidak rapi dan rajutan tidak kuat. 
  • Sabar
Satu pola rajutan sepanjang 10 cm saja membutuhkan 15 tusuk rantai. Bayangkan satu ukuran kantong hp dengan lebar 10 cm dan tinggi 15 cm saja butuh berapa ratus tusukan. Jika tidak sabar, akhirnya seperti Fenny yang awalnya berniat membuat kantong hp malah jadi dompet kartu, hahaha
  • Relaksasi
Percaya atau tidak, hakpen dan benang nylon bisa bergerak dengan teratur dan cepat ketika sudah menemukan cara dan teknik merajut yang benar. Hakpen seolah-seolah bisa bergeran sendiri menarik benang dan ada perasaan tenang selama merajut, tentunya jika tidak ada teriakan bocah yang tiba-tiba minta pup atau rebutan mainan, huuufffhhh...
  • Kreatif
Bermodalkan dua teknik dasar merajut saja bisa menghasilkan beragam produk seperti gantungan kunci, bandana, kantung hp, dompet hingga tas. Disinilah kreatifitas terasah ketika merajut.


Senang sekali belajar merajut kali ini. Meski kegiatan merajut untuk menghasilkan produk layak jual belum cocok untuk saya yang masih memiliki balita aktif, ilmu kali ini bisa menjadi investasi masa depan. Seperti mbak Aya bilang, “Siapa tahu kelak saat anak-anak sudah dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing, kita bisa menikmati hari tua dan memanfaatkan waktu luang untuk merajut. Betapa menyenangkan duduk di kursi goyang, memakai kacamata dan merajut sambil menanti kunjungan anak dan cucu.” Sungguh sebuah asa sederhana yang semoga terwujud di kemudian hari.

Pemesanan produk Gendhis Bags bisa melalui kontak berikut.

Gendhis Natural Bags

Outlet
Jalan Ringroad Barat, RT. 04 /25, Desa Ngawen, Trihanggo, Gamping, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55291, Indonesia

Retail
●Pin bb D02E0D9B/5AED5B10
Wa 082226882343
●Pin bb D435CA71 / D5EA5862
Wa 081215630375

Join to be Reseller
●Pin bb D51C7862
Wa 087838930610

Website: www.gendhisbag.com


18 comments :

  1. Iihhh...kece mak Feny udah langsung tayang. Aku juga aahhh.. Nyelesein bikin bandana Aisha duluuk wkwkwk

    ReplyDelete
  2. wah lucu kak, bisa buat card holder buat para kolektor member card.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyesss, sementara buat tempat kartu kala pas mau pakai tas yang kecil

      Delete
  3. Selain itu kayaknya ada lagi ya.. yaitu SENI. Entah udah berapa tutorial yang aku ikutin tapi hasilnya selalu jauh dari bayangan, hahahhaa.. padahal itungannya sama begitupun juga dengan benang dan jarumnya tapi hasilnya kurang simetris lah, kurang tegak atau apalah -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, aku kayaknya juga kurang SENI, ga simetris, huhu

      Delete
  4. wah asiiik! seneng ya dapet ilmu baru ^^

    ReplyDelete
  5. Lucuukkk tempat card nya MakFen, jadi pingin bikin lucu2 lain yaaaa.. ^_^

    ReplyDelete
  6. Aslik saluuuttt.....btw tulisanya runtut....

    ReplyDelete
  7. Gagal jadi dompet gara2 merajutnya belum bisa lurus, Mak Fen :lol:
    Yang penting semangat terus berlatihnya hehehe

    ReplyDelete
  8. Wah sudah jadi. Aku belum nglanjutin 😂

    ReplyDelete
  9. kudu sabar dan telaten biar tangannya bisa luwe pegang hakpen ya mak fen

    ReplyDelete
  10. kalau yang digambar tusukan itu kesannya sulit ya, padahal pas nyoba ga juga sih#gaya

    ReplyDelete
  11. Hiyaaaa fotoku nampang disono :D Seru yak belajar merajut bareng-bareng, ketawa mulu nyimak komentar teman-teman yang "berjuang" memahami jurus merajutnya :D

    ReplyDelete
  12. Warna benang nylonnya bagus banget yaa...kayak gold gitu. Bisa buat nyimpen emas batangan jugaaa...

    ReplyDelete