Custom Pages

Monday, August 7, 2017

Mengungkap Marketing Langit Vanilla Hijab, Rahasia Banjir Order Bisnis Jilbab Ribuan Paket

Monday, August 7, 2017

Beberapa kali saya melewatkan kesempatan untuk mendengarkan sharing langsung dari owner Vanilla Hijab. Padahal ada sekitar 3-4 kali kesempatan itu datang. Hingga akhirnya bulan kemarin ada info gathering salah satu komunitas bisnis di Jogja yang mengundang Atina dan Intan, kakak beradik yang menggawangi suksesnya Vanilla Hijab. Meski hampir saja kembali terlewatkan karena kuota penuh, akhirnya pihak panitia menambah slot kuota peserta gathering. Alhamdulillah, tiket sudah ditangan. Tinggal berharap bisa benar-benar hadir di hari H.


Vanilla Hijab, salah satu online shop yang cukup diperhitungkan di media sosial instagram. Tak kurang dari ribuan paket yang dikirimkan ke konsumen setiap launching produk. Ritual rebutan order melalui website VanillaHijab.com juga sudah menjadi langganan Sister Vanilla, panggilan sayang Vanilla Hijab untuk para konsumen loyalnya. Suatu pencapaian yang luar biasa mengingat pemilik brand Vanilla Hijab masih berusia muda.

Awal Mula Vanilla Hijab

Atina sebelumnya adalah mahasiswi Teknik Perminyakan, ITB. Namun karena ada kelainan tulang yang dideritanya, Atina akhirnya memilih keluar dari jurusan impiannya. Atina kembali pindah ke Jakarta demi dekat dengan orang tua yang bisa merawatnya. Di tengah rasa sedih karena harus meninggalkan kampus kebanggaannya, Atina terpikirkan tentang hal apa yang bisa ia lakukan di tengah keterbatasannya.

Bisnis jilbab menjadi pilihan Atina atas dasar pemikiran bahwa untuk memproduksi jilbab tidak terlalu sulit. Dengan bantuan ibunya, Atina mulai berburu kain yang cocok untuk jilbab dan mencari penjahit. Ternyata mencari kain dan penjahit jilbab segiempat yang terlihat sederhana dan mudah itu sulit. Tak terhitung berapa banyak penjual kain yang acapkali tidak melayani Atina dengan baik. Entah itu mengatakan motif atau jenis kain yang dicari tidak ada atau bahkan tidak direspon karena dianggap tidak mampu beli. Untuk urusan penjahit, Atina juga harus berkeliling mencari penjahit sebelum akhirnya bertemu dengan penjahit keliling yang mau diajak kerjasama. Berawal dari satu penjahit keliling yang kemudian merekomendasikan sesama penjahit keliling, kini Vanilla Hijab bisa memproduksi ribuan pcs.

Intan, kakak dari Atina yang kuliah di jurusan Managemen akhirnya ikut terjun dalam bisnis adiknya. Hingga kini kakak beradik tersebut bersinergi untuk menjalankan bisnis sembari menyelesaikan studinya. Atina yang sebelumnya sempat drop out memang memilih kembali meneruskan kuliah di Jakarta meski tidak di jurusan yang sama seperti sebelumnya. Jadilah mereka berdua mahasiswi yang di sela-sela jam kuliah sering berkutat dengan kain,produksi dan melayani konsumennya. Terbayangkan khan sibuknya mereka dan besar pengorbanan yang dilakukan di balik kesuksesan mereka.


Marketing Langit ala Vanilla Hijab

Atina mengakui bahwa ia belumlah sosok muslimah yang religius ketika memilih bisnis jilbab. Namun seiring berjalannya waktu, Atina kemudian memilih untuk berjilbab. Dari situlah lambat laun Atina terus belajar dan berusaha untuk menjadi muslimah yang baik. Jadi, memang benar adanya bahwa menutup aurat akan mendorong seseorang untuk menjadi lebih baik.

1. Sholat Tepat Waktu
Atina menerapkan sistem sholat lima waktu yang ketat pada seluruh karyawannya. Jika adzan sudah berkumandang, seluruh kegiatan operasional di Vanilla Hijab segera dihentikan terlebih dahulu. Setiap karyawan diwajibkan sholat.

Oleh karenanya, saat merekrut karyawan ada kriteria harus beragama Islam. Sejak awal Vanilla Hijab juga menjelaskan tentang kewajiban tentang sholat lima waktu. Alhamdulillah para karyawan bisa mengikuti peraturan tersebut. Andaikan ada yang tidak sanggup, maka dengan sendirinya karyawan lah yang mengundurkan diri.

2. Restu Ibu
Dari awal Atina memulai bisnis, sang ibu lah yang senantiasa mendukung dan menemani. Mulai dari proses mencari kain, produksi hingga mendampingi Atina dan Intan melayani konsumen. Bahkan Intan bercerita, pernah disaat Vanilla Hijab kewalahan melayani konsumen, sang ibulah yang menyuapi makan sementara mereka membalas chat konsumen.

Atina dan Intan juga selalu melibatkan sang ibu dalam pengambilan keputusan. Ketika menghadapi tantangan, lagi-lagi ibu yang menjadi tempat untuk berkeluh kesah dan menimba nasehat. Kakak beradik tersebut menyadari bahwa ridho ibu akan menjadi doa tak tertolak yang akan menguatkan mereka dalam menjalankan bisnis.

3. Tawakkal
Tantangan dalam berbisnis adalah hal yang lazim. Atina dan Intan selalu percaya bahwa ada hikmah dalam setiap ujian yang datang. Ada pengingat yang ingin disampaikan melalui hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Seperti halnya ketika  Vanilla Hijab mendapatkan kain yang tidak sesuai dari supplier. Kain yang sudah jadi model baju dan diproduksi ratusan pcs ternyata luntur. Tak ingin memberikan produk yang  tidak sesuai standar Vanilla Hijab, maka Atina dan Intan memikirkan bagaimana caranya agar produk tersebut tetap berdaya guna. Ide untuk membagikan produk tersebut sebagai seragam ke sekolah-sekolah menjadi pilihan.Mereka juga menjelaskan bahwa produk gratis tersebut luntur ketika dicuci jadi disarankan untuk di cuci terpisah. Alih-alih mengeluhkan rugi produksi yang lumayan besar, Vanilla Hijab menganggap itu adalah pelajaran untuk lebih berhati-hati kedepannya.
Ternyata hal-hal yang dasar dalam bentuk ibadah dan keyakinan pada pemilik langit dan bumi lah yang mendorong seseorang untuk meraih kesukseskan. Lakukan dari apa yang kita bisa maka sesungguhnya itulah kunci pencapaian yang luar biasa.
Nantikan postingan selanjutnya tentang trik marketing di Instagram ala Vanilla Hijab dan Komunitas Jogja Muslimah Preneur yaaa…

No comments :

Post a Comment