Custom Pages

Sunday, August 27, 2017

Seluk Beluk Pemotretan Foto Produk Bagian 2, Tips Fotografi Produk Fashion Hijab

Sunday, August 27, 2017

Beberapa saat yang lalu, saya membahas tentang seluk beluk pemotretan produk mukena. Pasca lebaran, permintaan produk mukena tidak setinggi sebelumnya. Ada penurunan yang bisa di bilang sangat drastis. Itulah sebabnya saya lalu memutuskan untuk menambahkan jenis produk yang masih sejalan dengan target market para reseller saya.Tidak tanggung-tanggung, saya membuat lini produksi hijab dengan merek sendiri. Seperti saat memutuskan untuk berjualan produk mukena, untuk fashion hijab saya juga memilih jenis bahan berdasarkan data target pasar yang saya ketahui. Lain kali akan saya bahas proses saya memiliki merek produk fashion hijab sebagai insipirasi bagi teman-teman yang ingin terjun ke dunia produksi.

Baca juga: Seluk Beluk Pemotretan Foto Produk Bagian 1, Tips Memotret Produk Dengan Smartphone

Awalnya saya mengira bahwa teknik fotografi produk hijab tidak jauh beda dengan produk mukena. Jika sebelumnya produk mukena bisa bermodalkan manekin setengah badan yang murah meriah, tidak demikian dengan produk hijab. Produk hijab yang saya maksudkan kali ini meliputi jilbab, gamis atau set gamis.

Ketika memotret produk bergo, manekin setengah badan ternyata tidak mendukung untuk menghasilkan foto produk yang baik dan bagus. Baik dalam artian bisa menunjukkan detail detail bergo seperti penampakan bergo dari depan, samping maupun belakang, detail pet dan aplikasi, jika ada. Adapun kriteria foto yang bagus lebih ke masalah selera dan hasil yang menarik minat pembeli.


Kebetulan ada salah satu teman komunitas yang memiliki jasa pemotetan produk namun lokasinya diluar kota dan antriannya cukup panjang. Akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pemotretan tersendiri. Setelah berkeliling mencari studio foto di Magelang, akhirnya saya menemukannya. Untuk pemotretan, saya menjadi model dan fotografer dari studio foto. Sempat heboh karena saya melakukan pemotretan sambil membawa anak kedua yang masih balita. Si kecil merengek ikut foto. Beruntung om fotografer memberi solusi untuk mengajak si kecil duduk di depan saya. Pengambilan foto lalu dilakukan dengan mengambil pose yang  memungkinkan si kecil tidak masuk dalam jepretan.


Biaya yang saya keluarkan tidak jauh dengan biaya jasa pemotretan produk yang pernah ditawarkan oleh teman saya. Untungnya dari pihak studio foto ada paket foto yang membuat saya lebih hemat untuk mendapatkan lebih banyak foto. Berikut hasilnya setelah saya tambahkan keterangan detail produk.





Adapun produk gamis, manekin setengah badan yang saya miliki masih cukup mendukung .Dengan manekin setengah badan, detail gamis secara keseluruhan bisa ditampilkan meski dibagian lengan tidak terlalu maksimal. Oleh karenanya, saya menggunakan metode flat lay untuk bagian lengan. Saya memanfaatkan alas foto dari kain mori yang sebelumya tidak terpakai saat pemotetan mukena. Dan gambar berikut menunjukkan hasil fotonya.

Selain untuk menunjukkan detail lengan, metode pemotretan flat lay ternyata juga bisa beragam model pemotretan gamis. Berikut hasil pemotretan produk gamis.


Ada yang memiliki pengalaman memotret produk fashion? Sharing yuk di kolom komentar.

No comments :

Post a Comment